Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis teknologi dengan integrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran matematika kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas IV dan siswa kelas IV di SD Muhammadiyah Darul Falah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL berbasis teknologi terlaksana secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan refleksi pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan sesuai sintaks PBL dengan tingkat keterlaksanaan sebesar 93%, didukung oleh pemanfaatan media digital seperti PowerPoint, video pembelajaran, dan Quizizz. Integrasi HOTS dilakukan melalui pemberian masalah kontekstual dan soal terbuka yang mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi. Penilaian autentik diterapkan melalui penilaian proses, produk, presentasi, sikap, asesmen digital, dan refleksi. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sarana teknologi dan perbedaan kemampuan siswa, guru mengatasinya melalui pembelajaran diferensiasi, scaffolding, dan pembentukan kelompok heterogen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi PBL berbasis teknologi dengan integrasi HOTS mampu meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, keterlibatan siswa, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Copyrights © 2026