Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, namun keberlanjutan usaha sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola aspek finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial EVARA BATIK sebagai UMKM konveksi batik melalui penerapan metode Break Even Point (BEP) dan Return on Investment (ROI), yang didukung oleh analisis Profitability Index (PI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan objek penelitian EVARA BATIK yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap laporan keuangan perusahaan periode Mei 2026 yang meliputi laporan penjualan, harga pokok penjualan, biaya operasional, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan posisi keuangan. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai BEP, ROI, dan PI sebagai indikator kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EVARA BATIK memperoleh total penjualan sebesar Rp180.425.000 dengan laba bersih sebesar Rp12.538.325. Nilai BEP sebesar 452 unit berada jauh di bawah realisasi penjualan sebanyak 1.421 unit sehingga perusahaan memiliki margin of safety sebesar 969 unit. Selain itu, nilai ROI sebesar 19,29% menunjukkan bahwa investasi yang ditanamkan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang positif, sedangkan nilai PI sebesar 1,19 mengindikasikan bahwa investasi yang dilakukan layak secara finansial karena menghasilkan manfaat ekonomi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa EVARA BATIK memenuhi kriteria kelayakan finansial dan layak untuk terus dikembangkan. Penerapan metode BEP dan ROI terbukti memberikan informasi yang komprehensif mengenai efisiensi operasional, tingkat keamanan penjualan, dan efektivitas penggunaan modal sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026