Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan agregat halus pasir pantai Tanjung Bunga terhadap sifat mekanik mortar geopolimer. Mortar geopolimer diproduksi dengan bahan dasar fly ash, pasir pantai, NaOH (Natrium Hidroksida), Na2SiO3 (Sodium Silikat), dan H2O (Aquades), dituang ke dalam cetakan dengan ukuran 10 mm dan dirawat (cure) pada suhu 70℃ selama 1 jam. Sampel dibuat 4 komposisi dengan variasi penambahan agregat halus pasir pantai sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30%. Sampel disimpan pada ruang terbuka selama 28 hari. Komposisi unsur/elemen pasir pantai dikarakterisasi menggunakan XRF (X-Ray Fluoresence). Struktur mikro sampel mortar geopolimer yang dihasilkan dipelajari dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Struktur kristal sampel mortar geopolimer dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction). Sifat mekanik mortar geopolimer diuji melalui kuat tekan (Compressive Strength). Sifat fisik mortar geopolimer dikarakterisasi menggunakan pengukuran massa jenis dan porositas. Hasil penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang potensi agregat halus pasir pantai sebagai salah satu bahan alternatife dalam pembuatan mortar maupun beton.
Copyrights © 2024