Bullying atau perundungan masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah dasar yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Data perlindungan anak nasional menunjukkan bahwa bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak yang paling sering dilaporkan di Indonesia, sehingga edukasi pencegahan sejak dini menjadi hal yang penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran 42 siswa Kelas VI SDN Cipaot, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengenai pengertian, jenis, penyebab, dampak, dan cara pencegahan bullying. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 15 Universitas Bina Bangsa pada 4 Agustus 2026, menggunakan metode ceramah, presentasi interaktif, ice breaking, diskusi kelompok, serta tanya jawab, dan ditutup dengan deklarasi bersama serta penandatanganan komitmen Anti-Bullying. Hasil observasi menunjukkan seluruh 42 siswa hadir dan berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan, mampu mengidentifikasi empat jenis bullying (fisik, verbal, sosial, dan siber), serta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai tindakan perlindungan diri seperti melapor kepada guru atau orang tua. Seluruh 42 peserta menandatangani deklarasi komitmen Anti-Bullying pada akhir kegiatan, yang menunjukkan penerimaan penuh terhadap pesan program. Program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman, serta menjadi rujukan bagi program pengabdian sejenis di sekolah dasar lain
Copyrights © 2026