Meningkatnya usia harapan hidup mendorong perhatian yang lebih besar terhadap kesehatan dan kualitas hidup lansia, dengan asupan gizi seimbang menjadi salah satu faktor determinan yang paling dapat dikendalikan dalam mendukung proses penuaan yang sehat. Sebagian besar lansia di wilayah pedesaan, termasuk Desa Citerep, masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai kebutuhan gizi seimbang, sehingga meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan osteoporosis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pola makan bergizi seimbang melalui program penyuluhan partisipatif bertajuk “Pola Makan Sehat pada Lansia”. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 21 Universitas Bina Bangsa bekerja sama dengan kepala desa, dosen pembimbing lapangan, dan tokoh masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, sesi tanya jawab, serta praktik langsung melalui pembagian buah-buahan bergizi sebagai contoh nyata sumber pangan seimbang. Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang lansia yang berpartisipasi aktif selama sesi berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman peserta mengenai prinsip gizi seimbang, termasuk kecukupan asupan protein, sayur, buah, dan karbohidrat, serta pentingnya membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, dan pemerintah desa memperkuat keterlibatan masyarakat serta dukungan terhadap upaya promosi kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi partisipatif yang disertai demonstrasi praktik terbukti efektif meningkatkan pemahaman lansia dan dapat menjadi model bagi intervensi kesehatan berbasis m
Copyrights © 2026