Pencegahan stunting memerlukan layanan masyarakat yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berbasis data, terutama untuk mengidentifikasi faktor risiko gizi dan keluarga secara dini pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, pencatatan dan pelaporan layanan kesehatan masyarakat masih perlu diperkuat agar informasi dapat dimanfaatkan secara cepat untuk tindak lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan digitalisasi layanan POSBINDU PTM dan mengintegrasikan pemantauan kesehatan masyarakat melalui SIGAP STUNTING, yaitu sistem informasi tingkat desa yang dirancang untuk mendukung pencatatan data, pemantauan, edukasi, dan tindak lanjut keluarga berisiko stunting. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui analisis kebutuhan, pemetaan alur layanan, pengembangan/konfigurasi sistem, pelatihan kader, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Sistem dirancang untuk mendukung registrasi peserta, pencatatan antropometri dan faktor risiko PTM, identifikasi keluarga yang memerlukan perhatian, penyediaan edukasi, dokumentasi tindak lanjut, serta penyusunan laporan. Luaran kegiatan berupa alur layanan digital yang lebih terstruktur sehingga ketergantungan pada pencatatan kertas berkurang dan kader serta pemangku kepentingan desa memperoleh ringkasan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Evaluasi kuantitatif melibatkan 30 responden. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 58,7 pada pre-test menjadi 85,0 pada post-test, sedangkan tingkat penerimaan pengguna mencapai rata-rata 4,36 dari skala Likert 1–5. Model ini menegaskan bahwa POSBINDU PTM bukan intervensi langsung untuk mengobati stunting, tetapi digitalisasinya dapat memperkuat surveilans kesehatan keluarga, literasi kesehatan, serta proses rujukan dan tindak lanjut yang mendukung pencegahan stunting.
Copyrights © 2026