Tingginya penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg pada sektor rumah tangga di wilayah perdesaan belum diimbangi dengan pengetahuan mitigasi bencana kebocoran gas yang memadai. Kondisi ini memicu tingginya risiko insiden kebakaran pemukiman, seperti yang dialami masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 77 Universitas Bina Bangsa ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan warga Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, dalam mencegah dan menangani kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: (1) sosialisasi dan edukasi teori mengenai potensi bahaya serta kelayakan komponen LPG (regulator dan selang standar SNI), (2) pelatihan dan simulasi praktik penanganan kebocoran gas serta pemadaman api menggunakan alat sederhana (karung goni basah), dan (3) evaluasi tingkat pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada indikator pengetahuan dan keterampilan teknis warga, di mana peserta yang sebelumnya panik saat terjadi kebocoran kini mampu melakukan tindakan pertolongan pertama (pelepasan regulator dan penutupan sumber api) secara mandiri dan tenang. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya pembentukan kader tanggap kebakaran lokal serta simulasi berkala untuk menciptakan budaya keselamatan rumah tangga yang berkelanjutan di Desa Rocek.
Copyrights © 2026