Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara pemahaman konseptual dan prosedural mahasiswa teknik sipil dalam menyelesaikan permasalahan beban terdistribusi, khususnya pada kasus non-linear. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain studi diagnostik terhadap 10 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa soal uraian bertingkat yang mencakup beban geometris hingga fungsi non-linear, serta pertanyaan reflektif untuk menggali pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan soal berbasis bentuk geometris, namun keberhasilan tersebut didominasi oleh penggunaan prosedur rutin tanpa pemahaman konseptual yang memadai. Pada kasus non-linear, mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam memahami integral sebagai proses akumulasi kontinu dan dalam menggeneralisasi konsep ke bentuk fungsi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual dan prosedural yang berdampak pada keterbatasan mahasiswa dalam menghadapi variasi permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang menekankan keterkaitan antara representasi geometris dan analitik untuk meningkatkan pemahaman konsep secara lebih utuh.
Copyrights © 2026