Mill certificate umumnya digunakan sebagai acuan mutu awal baja tulangan, namun hasil pengujian ulang tidak selalu identik dengan data yang tercantum pada dokumen tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi sifat mekanik baja tulangan hasil pembongkaran melalui perbandingan antara mill certificate dan hasil pengujian ulang. Baja tulangan yang diteliti berasal dari elemen beton bertulang yang dibongkar akibat mutu beton tidak memenuhi persyaratan penerimaan, sehingga pembongkaran tidak disebabkan oleh kegagalan struktur. Pengujian meliputi uji tarik dan uji lengkung terhadap enam spesimen baja tulangan BJTS 420 berdiameter D16 dan D19, kemudian dibandingkan dengan data mill certificate menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh spesimen memenuhi persyaratan SNI 2052:2024. Dibandingkan dengan mill certificate, hasil pengujian ulang menunjukkan peningkatan rata-rata kuat leleh sebesar 2,70–3,54% dan kuat tarik sebesar 7,48–9,11%, sedangkan nilai elongasi tetap berada pada kisaran yang sebanding. Analisis statistik menunjukkan koefisien variasi berkisar antara 1,17–6,18%, yang mengindikasikan variasi data relatif kecil. Perbedaan hasil pengujian tidak menunjukkan peningkatan sifat mekanik akibat penggunaan maupun pembongkaran, tetapi lebih mencerminkan variasi alami proses manufaktur, variasi antar-heat, variasi antarbatang, serta variasi pengujian laboratorium. Temuan ini menunjukkan bahwa interpretasi hasil pengujian ulang sebaiknya didasarkan pada pemenuhan persyaratan standar dan analisis variasi sifat mekanik, bukan semata-mata pada perbandingan langsung dengan mill certificate.
Copyrights © 2026