Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
439-446

Analisis Konsep Al-Sharf dan Fatwa No 28/DSN-MUI/III/2002 terhadap Transaksi Valas sebagai Alternatif Berinvestasi

Inada Hikaru Ayuratuningrum Gandara (Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung)
Redi Hadiyanto (Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung)
Arif Rijal Anshori (Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Foreign exchange (forex) investment has become an attractive alternative for many customers, but the practice often faces challenges in ensuring compliance with sharia principles. This study aims to analyze the practice of foreign exchange transactions at Dolarasia Setiabudhi money changer, as well as the application of the concept of al-sharf and DSN-MUI Fatwa No.28/DSN-MUI/III/2002 to these transactions.The research method used is qualitative with a descriptive approach, the data sources used are primary and secondary data. Data collection in this study uses interview methods, documentation and literature studies.The results of the study show that customers have full responsibility to ensure that the investments made are in accordance with sharia principles, including avoiding the elements of riba, gharar, and maisir. In addition, this study also found that foreign exchange investments made for speculation purposes can be considered haram in Islam. Therefore, it is recommended that customers understand sharia principles, conduct in-depth research, and consult experts before investing. This research is expected to provide insight for future researchers and the public about investment practices that are in accordance with sharia, as well as encourage broader Islamic financial education. Abstrak. Investasi valuta asing (valas) telah menjadi alternatif yang menarik bagi banyak nasabah, namun praktik ini sering kali menghadapi tantangan dalam memastikan kepatuuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik transaksi valas di money changer Dolarasia Setiabudhi, serta penerapan konsep al-sharf dan Fatwa DSN-MUI No.28/DSN-MUI/III/2002 terhadap transaksi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasabah memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, termasuk menghindari unsur riba, gharar, dan maisir. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa investasi valas yang dilakukan dengan tujuan spekulasi dapat dianggap haram dalam islam. Oleh karena itu, disarankan agar nasabah memahami prinsip-prinsip syariah, melakukan riset yang mendalam, dan berkonsultasi dengan ahli sebelum berinvestasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi peneliti selanjutnya dan masyarakat mengenai praktik investasi yang sesuai dengan syariah, serta mendorong edukasi keuangan syariah yang lebih luas.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSSEL

Publisher

Subject

Religion Economics, Econometrics & Finance

Description

Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi ...