Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS WAKAF TUNAI DAN PRAKTIKNYA DI INDONESIA Hadiyanto, Redi
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang wakaf tunai sebagai bentuk pengembangan konsep wakaf tradisional dalam konteks keuangan modern. Wakaf tunai adalah suatu model wakaf yang mengarah pada penyaluran dana secara langsung tanpa melibatkan aset fisik. Penelitian ini tidak hanya memetakan konsep wakaf tunai yang semakin berkembang, tetapi juga mengeksplorasi praktik implementasinya di Indonesia. Metodologi penelitian ini mencakup studi literatur dan analisis peraturan perundang-undangan terkait. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk mengidentifikasi peran wakaf tunai dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi, serta mengukur dampaknya terhadap keberlanjutan dan inklusivitas keuangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang implementasi wakaf tunai di Indonesia, mencakup praktik, kendala, potensi, dan manfaatnya, serta peran lembaga keuangan dalam mengembangkan wakaf tunai di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyumbangkan wawasan bagi pemangku kebijakan, perbankan syariah, dan masyarakat umum tentang konsep inovatif ini sebagai instrumen keuangan yang dapat meningkatkan inklusivitas keuangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Jaminan Produk Halal bagi UMKM Terhadap Implementasi Program Sertifikat Halal Gratis Di Jawa Barat Hadiyanto, Redi; Madjakusumah, Deden Gandana; Azis, Siti Fauziah; Firmansyah, Fahri Mulya; Ibadurrahman, Zayd
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 10, No 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.12895

Abstract

Awareness of the importance of guaranteeing halal products is increasing among Indonesian people, especially in West Java. To meet this need, the government launched various initiatives, including the Free Halal Certificate Program (SEHATI) and the one million free certificates program by the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH). This research aims to analyze the effectiveness of collaboration between the SEHATI and BPJPH programs in providing halal product guarantees as well as identifying the challenges and opportunities faced during implementation in West Java. This research uses a qualitative approach with data collection methods in the form of in-depth interviews, observation and document analysis. Informants consisted of small and medium entrepreneurs (UKM), representatives of BPJPH, the Institute for the Study of Food, Drugs and Cosmetics, the Indonesian Ulema Council (LPPOM MUI), as well as consumers in West Java. The research results show that the collaboration between the SEHATI program and BPJPH has significantly increased the number of halal certified products in West Java. This initiative has succeeded in making it easier for entrepreneurs, especially SMEs, to obtain halal certification at no cost, thus encouraging more halal products on the market. In addition, increased coordination and integration between BPJPH and the SEHATI program has helped reduce duplication of efforts and speed up the certification process. Research results show that although there are several challenges, collaboration between the SEHATI program and BPJPH in the one million free certificates program has had a significant positive impact on halal product guarantees in West Java. The recommendations put forward include increasing education and outreach about halal certification, simplifying bureaucratic procedures, as well as increasing technical and financial support for entrepreneurs.
Jaminan Produk Halal bagi UMKM Terhadap Implementasi Program Sertifikat Halal Gratis Di Jawa Barat Hadiyanto, Redi; Madjakusumah, Deden Gandana; Azis, Siti Fauziah; Firmansyah, Fahri Mulya; Ibadurrahman, Zayd
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.12895

Abstract

Awareness of the importance of guaranteeing halal products is increasing among Indonesian people, especially in West Java. To meet this need, the government launched various initiatives, including the Free Halal Certificate Program (SEHATI) and the one million free certificates program by the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH). This research aims to analyze the effectiveness of collaboration between the SEHATI and BPJPH programs in providing halal product guarantees as well as identifying the challenges and opportunities faced during implementation in West Java. This research uses a qualitative approach with data collection methods in the form of in-depth interviews, observation and document analysis. Informants consisted of small and medium entrepreneurs (UKM), representatives of BPJPH, the Institute for the Study of Food, Drugs and Cosmetics, the Indonesian Ulema Council (LPPOM MUI), as well as consumers in West Java. The research results show that the collaboration between the SEHATI program and BPJPH has significantly increased the number of halal certified products in West Java. This initiative has succeeded in making it easier for entrepreneurs, especially SMEs, to obtain halal certification at no cost, thus encouraging more halal products on the market. In addition, increased coordination and integration between BPJPH and the SEHATI program has helped reduce duplication of efforts and speed up the certification process. Research results show that although there are several challenges, collaboration between the SEHATI program and BPJPH in the one million free certificates program has had a significant positive impact on halal product guarantees in West Java. The recommendations put forward include increasing education and outreach about halal certification, simplifying bureaucratic procedures, as well as increasing technical and financial support for entrepreneurs.
Analisis Hukum Islam dan Etika Terhadap Penggunaan Teknologi Deepfake oleh Remaja yang berimplikasi kepada Hukum dan Moral Hadiyanto, Redi; Zahirah, Zalfa
MISYKAT AL-ANWAR JURNAL KAJIAN ISLAM DAN MASYARAKAT Vol 8 No 2 (2025): Misykat Al Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.8.2.343-354

Abstract

The development of deepfake technology that has been massively adopted by teenagers has caused serious problems because it has the potential to violate Islamic legal principles (such as the prohibition of al-kadhib and hifz al-‘irdh) and ethical norms. This study aims to analyze the use of deepfake by teenagers using the maqashid sharia theory, Kant's ethics, Kohlberg's moral theory, and Nonet-Selznick's responsive law, with qualitative normative-juridical methods and digital ethnography through literature studies, interviews with 15 scholars and 20 ethics-technology experts, and FGDs with 60 teenagers. The results show violations of Islamic principles, ethics (autonomy, non-maleficence, justice), and 12 articles of positive law with a 12-year criminal penalty, accompanied by moral impacts in the form of a crisis of trust and values, which demands Islamic value-based regulations and increased digital literacy.
Kategori Zakat Maal (Zakat Komoditas Perdagangan, Aset Keuangan, Profesi, Pertanian dan Perkebunan, Properti Produktif, Binatang Ternak, Barang Tambang dan Hasil Laut, dan Perusahaan) Hadiyanto, Redi
MASHLAHAH Vol. 1 No. 1 (2022): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/ar7vyp59

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh definisi zakat maal yang merupakan sejumlah harta yang telah memenuhi standar tertentu (nisab dan haul) yang Allah SWT wajibkan setiap Muslim untuk mengeluarkan (muzaki) dan memberikannya kepada mereka yang berhak menerimanya (musatahik zakat) dalam kondisi tertentu sesuai syariat islam. Harta benda dagangan, zakat harta benda, zakat profesi, zakat pertanian dan perkebunan, zakat harta produktif, zakat peternakan, dan zakat produk merupakan contoh harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, sebagaimana ditentukan oleh Al-Qur'an dan Hadits. Tujuan penelitian ini adalah zakat maal untuk kemaslahatan umat. Sasaran yang dituju antara lain, penyelesaian masalah kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui distribusi zakat maal yang tepat sasaran. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam. Penelitian ini menggunakan hukum islam dan hukum positif dan juga pendapat ulama sebagai grand theory dan fiscal Islam sebagai middle theory dan teori zakat komoditas perdagangan, Zakat aset keuangan, Zakat Profesi, Zakat Pertanian dan perkebunan, Zakat properti produktif, Zakat binatang ternak, Zakat barang tambang dan hasil laut, Zakat Perusahaan merupakan theory aplikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, yaitu dengan mengkaji literatur dan melakukan analisis data. Mempelajari literatur dari berbagai sumber buku, internet, dan juga jurnal penelitian yang memiliki topik yang sama dengan yang peneliti sebutkan. Hasil penelitian menyimpulkan Komoditas perdagangan adalah komoditas yang di perjual belikan.Satu hal penting yang membedakan antara komoditas perdagangan dengan asset-aset lainnya adalah adanya niat dan tujuan dari sipemilik asset untuk memperdagangkan aset tersebut (jualan). Zakat profesi adalah zakat yang di keluarkan dari hasil apa yang di peroleh dari pekerjaan dan profesinya. hasil pertanian adalah semua hasil pertanian yang ditanam dengan menggunakan bibit bibiji bijian yang hasilnya dapat dimakan oleh manusia dan hewan serta yang lainnya.
Teori Fikih Pemikiran Imam Hanafi Terkait Konsep Murobahah Pada Perbankan Syari’ah Hadiyanto, Redi
MASHLAHAH Vol. 2 No. 1 (2023): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/5n9bd407

Abstract

Latar belakang dari penelitian berangkat dari semakin berkembangnya lembaga keuangan syari’ah di Indonesia yang menawarkan berbagai produk syari’ah salah satunya adalah murobahah. Tak sedikit masyarakat masih yang ketbingungan terkait konsep murabahah dan ragu akan hukum murabahah. Sehingga jurnal ini dibuat guna mengtahui dan memahami lebih dalam terkait pemikiran Imam Hanafi terkait konsep murobahah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami konsep murobahah berdasarkan pemikiran Imam Hanafi pada perbankan syari’ah. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjabarkan hasil pemikiran dari Imam Hanafi terkait konsep murabahah. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori jual beli sebagai grand theory, murabahah menurut pemikiran Imam Hanafi sebagai middle theory dan penerapan pada perbankan syariah sebagai applied theory. Metode yang digunakan pada jurnal ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan menganalisis kejadian, fenomena dan peristiwa sosial mengenai konsep murabahah dalam perbankan syari’ah menurut pemikiran Imam Hanafi. Selain itu jurnal ini juga menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu suatu proses untuk menemukan suatu aturan hukum, prinsip-prinsip hukum mengenai hukum murabahah dalam pandangan Imam Hanafi. Hasil penelitian menyimpulkan : Imam Hanafi mengartikan murabahah adalah mengalihkan kepemilikan sesuatu yang dimiliki melalui akad pertama dengan harga pertama ditambah dengan keuntungan. Menurut pemikiran Imam Hanafi hukumnya adalah boleh dan sah dengan pertimbangan terpenuhinya syarat dan rukun jual beli dan tidak bertentangan dengan prinsip hukum Islam. Imam Hanafi menyebutkan bahwa rukun murabahah sama dengan rukun jual beli yaitu adanya ijab dan qobul atau yang menunjukan adanya pertukaran/ kegiatan yang menempati kedudukan ijab dan qobul. Serta dalam hal harga pokok dan pembebanan biaya Imam Hanafi membolehkan untuk membebankan biaya-biaya yang secara umum dapat timbul dalam suatu transaksi jual beli, dan tidak boleh mengambil keuntungan berdasarkan biaya-biaya yang semestinya ditanggung oleh si penjual.