Bandung Conference Series : Medical Science
75-82

Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang Terhadap Kadar Glukosa Darah pada Karyawan Salah Satu Kantor di Kota Bandung

Kaiza Natania Humaira (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Miranti Kania Dewi (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Endang Suherlan (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. A sedentary lifestyle among office workers contributes to the increasing prevalence of obesity, particularly central obesity, which plays an important role in the development of insulin resistance and impaired glucose regulation. This study aimed to determine the association between Body Mass Index (BMI) and waist circumference with blood glucose levels among employees of an office in Bandung City. An analytical observational cross-sectional design was applied, involving 65 respondents who met the inclusion criteria. BMI was calculated from measured body weight and height, waist circumference was measured using a measuring tape, and blood glucose levels were obtained from random blood glucose testing using a Point of Care Testing (POCT) device. Bivariate analysis was performed using the Fisher–Freeman–Halton Exact Test. The results showed that most respondents had normal BMI (35.4%), normal waist circumference (61.5%), and normal blood glucose levels (70.8%). Statistical analysis demonstrated a significant association between BMI and blood glucose levels (p = 0.002) as well as between waist circumference and blood glucose levels (p = 0.003). This study indicates that BMI and waist circumference are associated with blood glucose levels among office employees and may serve as simple screening tools for early detection of impaired glucose regulation in the workplace. Abstrak. Gaya hidup sedentari pada pekerja kantoran berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian obesitas, terutama obesitas sentral yang berperan dalam terjadinya resistansi insulin dan gangguan regulasi glukosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah pada karyawan salah satu kantor di Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional analitik potong lintang dengan 65 responden yang memenuhi kriteria inklusi. IMT dihitung dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, lingkar pinggang diukur menggunakan pita ukur, sedangkan kadar glukosa darah diperoleh melalui pemeriksaan glukosa darah sewaktu menggunakan alat Point of Care Testing (POCT). Analisis bivariat dilakukan menggunakan Fisher–Freeman–Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal (35,4%), lingkar pinggang normal (61,5%), dan kadar glukosa darah normal (70,8%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara IMT dan kadar glukosa darah (p = 0,002) serta antara lingkar pinggang dan kadar glukosa darah (p = 0,003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa IMT dan lingkar pinggang berhubungan dengan kadar glukosa darah pada karyawan kantor, sehingga keduanya dapat digunakan sebagai metode skrining awal gangguan regulasi glukosa.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...