Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Work activities in the limestone industry require high physical capacity and may affect workers’ muscle condition. Handgrip strength is an important indicator of muscle function and work capacity influenced by body composition. This study aimed to determine the relationship between muscle mass percentage and body fat percentage with handgrip strength among workers at the CV Jasa Putra limestone factory. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted involving 79 workers selected using total sampling. Muscle mass and body fat percentages were measured using bioelectrical impedance analysis, while handgrip strength was assessed using a handgrip dynamometer. Data were analyzed using the Spearman correlation test. The results showed a significant relationship between muscle mass percentage and handgrip strength (p-value = 0.01), whereas no significant relationship was found between body fat percentage and handgrip strength (p-value = 0.151). These findings indicate that muscle mass contributes more directly to handgrip strength than body fat. The lack of association with body fat percentage may be related to the physically demanding and repetitive nature of the work. In conclusion, muscle mass percentage is an important determinant of handgrip strength, while body fat is not a primary factor. Abstrak. Aktivitas kerja pada industri batu kapur menuntut kapasitas fisik yang tinggi dan berpotensi memengaruhi kondisiotot pekerja. Kekuatan otot genggam merupakan salah satu indikator penting fungsi otot dan kapasitas kerja, yang dipengaruhi oleh komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persentase massa otot dan persentase lemak tubuh dengan kekuatan otot genggam pada pekerja pabrik batu kapur CV. Jasa Putra. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 79 pekerja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Persentase massa otot dan lemak tubuh diukur menggunakan alat BIA, sedangkan kekuatan otot genggam diukur mengguakan handgrip dynamometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persentase massa otot dengan kekuatan otot genggam (p-value = 0,01). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dengan kekuatan otot genggam (p-value = 0,151). Simpulan penelitian inimenunjukan persentase massa otot berperan terhadap kekuatan otot genggam pekerja, sedangkan lemak tubuh bukanmerupakan faktor penentu utama. Temuan ini menunjukkan bahwa massa otot berkontribusi lebih langsung terhadap kekuatan otot genggam dibandingkan lemak tubuh, sedangkan tidak adanya hubungan dengan persentase lemak tubuh kemungkinan dipengaruhi oleh karakteristik aktivitas kerja yang berat dan repetitif.
Copyrights © 0000