Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Telogen effluvium (TE) is a non-scarring diffuse hair loss characterized by excessive shedding of telogen-phase hair exceeding 100 strands per day. Hair loss is a common complaint among women who wear the hijab. Prolonged hijab use is suspected to affect hair health through increased scalp humidity, excessive sebum production, and chronic mechanical stress, which may disrupt the hair growth cycle and trigger telogen effluvium. Female medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung are required to wear the hijab, making it important to evaluate its association with telogen effluvium. This study aimed to analyze the relationship between hijab use and the occurrence of telogen effluvium among female medical students from the 2022–2024 cohorts. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 120 participants selected through simple random sampling. Data on hijab use and telogen effluvium were collected using structured questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed that 72.5% of respondents used the hijab appropriately, and 55.8% experienced telogen effluvium. No significant association was found between hijab use and telogen effluvium (p = 0.86). In conclusion, hijab use was not significantly associated with telogen effluvium, although the prevalence of hair loss was relatively high. Abstrak. Telogen effluvium (TE) merupakan kerontokan rambut difus non-sikatriks yang ditandai dengan peningkatan rambut fase telogen yang rontok lebih dari 100 helai per hari. Kerontokan rambut sering dikeluhkan oleh wanita berhijab, di mana penggunaan hijab dalam jangka waktu lama diduga dapat memengaruhi kesehatan rambut melalui peningkatan kelembapan kulit kepala, produksi sebum berlebih, dan tekanan mekanis kronis. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung diwajibkan mengenakan hijab, sehingga penting untuk menilai hubungannya dengan kejadian telogen effluvium. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan hijab dengan kejadian telogen effluvium pada mahasiswi angkatan 2022–2024. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 120 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan 72,5% responden menggunakan hijab dengan benar dan 55,8% mengalami telogen effluvium. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan hijab dengan kejadian telogen effluvium (p = 0,86). Disimpulkan bahwa penggunaan hijab tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian telogen effluvium, meskipun prevalensi kerontokan rambut tergolong cukup tinggi
Copyrights © 0000