Bandung Conference Series : Medical Science
473-480

Hubungan Keinginan Melakukan Pengobatan dengan Perilaku Hidup Sehat Warga Kawaluyaan Indah

Raja Syafa Rexana Putra (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Mia Kusmiati (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Ninuk Permata Sari (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Lifestyle changes among urban populations, including irregular eating habits, high-fat food consumption, and low physical activity, have become major challenges to improving public health. One factor influencing healthy lifestyle behavior is illness behavior, defined as an individual’s response in recognizing, interpreting, and reacting to illness symptoms, including the willingness to seek treatment. This study aimed to analyze the relationship between illness behavior and healthy lifestyle behavior (dietary patterns and physical activity) among residents of Kawaluyaan Indah Complex, Bandung City. A descriptive-analytic design with a cross-sectional approach was applied to 140 respondents aged ≥45 years, selected through purposive sampling. Data were collected using the Scale for the Assessment of Illness Behavior (SAIB) and a validated healthy lifestyle questionnaire, then analyzed using Pearson correlation and contingency coefficient tests. The results showed that most respondents had a moderate level of illness behavior (62.1%), unhealthy dietary patterns (60%), and moderate physical activity (60%). Statistical analysis revealed a strong and significant correlation between illness behavior and dietary patterns (r = 0.99; p < 0.05) and physical activity (r = 0.86; p < 0.05). In conclusion, higher illness behavior levels are associated with healthier lifestyle practices, emphasizing the importance of promoting awareness and preventive health behaviors in urban communities. Abstrak. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, seperti pola makan tidak teratur, tingginya konsumsi makanan berlemak, dan rendahnya aktivitas fisik, menjadi tantangan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku hidup sehat adalah illness behavior, yaitu respons individu dalam mengenali, menafsirkan, dan menanggapi gejala penyakit termasuk keinginan untuk melakukan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keinginan melakukan pengobatan (illness behavior) dengan perilaku hidup sehat (pola makan dan aktivitas fisik) pada warga Komplek Kawaluyaan Indah, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 140 responden berusia ≥45 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Scale for the Assessment of Illness Behavior (SAIB) dan kuesioner perilaku hidup sehat yang telah divalidasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan contingency coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat illness behavior sedang (62,1%), pola makan tidak sehat (60%), dan aktivitas fisik sedang (60%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara illness behavior dengan pola makan (r = 0,99; p < 0,05) dan aktivitas fisik (r = 0,86; p < 0,05). Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat illness behavior, semakin baik perilaku hidup sehat individu.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...