Raja Syafa Rexana Putra
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Keinginan Melakukan Pengobatan dengan Perilaku Hidup Sehat Warga Kawaluyaan Indah Raja Syafa Rexana Putra; Mia Kusmiati; Ninuk Permata Sari
Bandung Conference Series: Medical Science 473-480
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22228

Abstract

Abstract. Lifestyle changes among urban populations, including irregular eating habits, high-fat food consumption, and low physical activity, have become major challenges to improving public health. One factor influencing healthy lifestyle behavior is illness behavior, defined as an individual’s response in recognizing, interpreting, and reacting to illness symptoms, including the willingness to seek treatment. This study aimed to analyze the relationship between illness behavior and healthy lifestyle behavior (dietary patterns and physical activity) among residents of Kawaluyaan Indah Complex, Bandung City. A descriptive-analytic design with a cross-sectional approach was applied to 140 respondents aged ≥45 years, selected through purposive sampling. Data were collected using the Scale for the Assessment of Illness Behavior (SAIB) and a validated healthy lifestyle questionnaire, then analyzed using Pearson correlation and contingency coefficient tests. The results showed that most respondents had a moderate level of illness behavior (62.1%), unhealthy dietary patterns (60%), and moderate physical activity (60%). Statistical analysis revealed a strong and significant correlation between illness behavior and dietary patterns (r = 0.99; p < 0.05) and physical activity (r = 0.86; p < 0.05). In conclusion, higher illness behavior levels are associated with healthier lifestyle practices, emphasizing the importance of promoting awareness and preventive health behaviors in urban communities. Abstrak. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, seperti pola makan tidak teratur, tingginya konsumsi makanan berlemak, dan rendahnya aktivitas fisik, menjadi tantangan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku hidup sehat adalah illness behavior, yaitu respons individu dalam mengenali, menafsirkan, dan menanggapi gejala penyakit termasuk keinginan untuk melakukan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keinginan melakukan pengobatan (illness behavior) dengan perilaku hidup sehat (pola makan dan aktivitas fisik) pada warga Komplek Kawaluyaan Indah, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 140 responden berusia ≥45 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Scale for the Assessment of Illness Behavior (SAIB) dan kuesioner perilaku hidup sehat yang telah divalidasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan contingency coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat illness behavior sedang (62,1%), pola makan tidak sehat (60%), dan aktivitas fisik sedang (60%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara illness behavior dengan pola makan (r = 0,99; p < 0,05) dan aktivitas fisik (r = 0,86; p < 0,05). Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat illness behavior, semakin baik perilaku hidup sehat individu.