Bandung Conference Series : Medical Science
713-720

Prevalensi Keterlambatan Motorik Kasar pada Anak Balita di RS Al-Islam Bandung

Innaya Maghfira Nurunnisa (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Cice Tresnasari (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Mochammad Faisal Afif Mochyadin (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Gross motor delay is one of the common developmental problems in toddlers and may have long-term effects on children’s functional abilities. Gross motor development includes major movements such as sitting, standing, walking, and running, which are influenced by central nervous system maturation and environmental stimulation. This study aimed to describe the characteristics and prevalence of gross motor delay among toddlers at Al-Islam Hospital Bandung. This study employed a quantitative observational method with a descriptive design. The study subjects were toddlers who visited the pediatric outpatient clinic at Al-Islam Hospital Bandung in 2024. Data were obtained from medical records and outpatient visit documentation. The results showed that out of 4,605 pediatric visits, 838 children (18.20%) experienced gross motor delay, while 3,767 children (81.80%) did not show gross motor delay. These findings indicate that although most children had normal gross motor development, the proportion of gross motor delay remains considerable and requires attention. Gross motor delay is influenced by multiple biological and environmental factors; therefore, early detection and routine developmental monitoring are essential. This study is expected to provide baseline information to support the improvement of screening programs and early intervention strategies for gross motor development in toddlers. Abstrak.Keterlambatan motorik kasar merupakan salah satu masalah perkembangan yang sering ditemukan pada anak usia balita dan dapat berdampak terhadap kemampuan fungsional anak di masa mendatang. Perkembangan motorik kasar mencakup kemampuan gerak besar seperti duduk, berdiri, berjalan, dan berlari, yang sangat dipengaruhi oleh maturasi sistem saraf serta stimulasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan prevalensi keterlambatan motorik kasar pada anak usia balita di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia balita yang berkunjung ke Poli Anak Rumah Sakit Al-Islam Bandung pada tahun 2024. Data diperoleh dari rekam medis dan pencatatan kunjungan poli anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 4.605 kunjungan anak, sebanyak 838 anak (18,20%) mengalami keterlambatan motorik kasar, sedangkan 3.767 anak (81,80%) tidak mengalami keterlambatan motorik kasar. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar anak tidak mengalami keterlambatan, proporsi keterlambatan motorik kasar masih cukup tinggi dan memerlukan perhatian. Keterlambatan motorik kasar dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis dan lingkungan, sehingga deteksi dini dan pemantauan perkembangan anak secara rutin sangat penting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk meningkatkan upaya skrining dan intervensi dini perkembangan motorik pada anak usia balita.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...