Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Fakultas Kedokteran, Universitas islam bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Dislipidemia dan Hipertensi dengan Fungsi kognitif pada pasien Stroke iskemik Nazwa Hazna Sabila; Alya Tursina; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science 299-306
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22157

Abstract

Abstract Ischemic stroke is the leading cause of cognitive decline, which has a significant impact on patients quality of life. Dyslipidemia and hypertension are modifiable vascular risk factors that play an important role in post-stroke brain damage. This study aims to analyze the relationship between dyslipidemia and hypertension with cognitive function in ischemic stroke patients at RSAU dr. Salamun Bandung in 2025. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 48 ischemic stroke patients who met the inclusion and exclusion criteria, selected using purposive sampling. Risk factor data were obtained from secondary data, while cognitive function was assessed using the Indonesian version of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA-ina) and collected as primary data. Data analysis was performed univariately and bivariately using statistical tests with a significance level of p<0.05. The results showed no significant relationship between dyslipidemia and cognitive function, but one of its criteria, triglyceride levels, showed a significant relationship, while there was a relationship between hypertension and cognitive impairment Keywords: cognitive function, dyslipidemia, hypertension. Abstrak. Stroke iskemik merupakan penyebab utama penurunan fungsi kognitif yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Dislipidemia dan hipertensi merupakan faktor risiko vaskular yang dapat dimodifikasi dan berperan penting dalam terjadinya kerusakan otak pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dislipidemia dan derajat hipertensi dengan fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik di RSAU dr. Salamun Bandung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 48 pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data faktor risiko diperoleh dari data sekunder, sedangkan fungsi kognitif dinilai menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-ina) diambil data secara primer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna dislipidemia dengan fungsi kognitif namun pada salah satu kriterianya yaitu kadar trigliserida menunjukan hasil berhubungan, sedangkan terdapat hubungan antara hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif. Kata kunci: fungsi kognitif, dislipidemia, hipertensi.
Hubungan Anggota Keluarga Perokok dengan Kejadian Pneumonia pada Balita Dikri Zaelani; Ratna Dewi Indi Astuti; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science 419-426
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22208

Abstract

Abstract. Pneumonia remains a leading cause of morbidity and mortality among children under five years of age in developing countries. This study aimed to analyze the association between the presence of smoking family members and the incidence of pneumonia among under-five children at RSUD Al-Ihsan Bandung. A case–control study design was employed, involving 80 participants divided equally into a case group (40 children with pneumonia) and a control group (40 children without pneumonia). Data were collected through direct interviews with parents or guardians in the pediatric inpatient ward, as well as through medical record review. Statistical analysis was performed using the Chi-square test for both univariate and bivariate analyses. The results indicated a significant association between the presence of smoking family members and the incidence of pneumonia in children (p = 0.044; OR = 2.513). However, further analysis showed no statistically significant relationship between the intensity of smoking behavior among family members and the occurrence of pneumonia (p = 0.124). In conclusion, the presence of smokers within the household constitutes a significant risk factor for pneumonia in children under five, regardless of the frequency of smoking exposure. Abstrak. Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara keberadaan anggota keluarga perokok dengan kejadian pneumonia pada balita di RSUD Al-Ihsan Bandung. Desain penelitian menggunakan pendekatan case-control dengan 80 sampel yang terbagi menjadi kelompok kasus (40 balita pneumonia) dan kelompok control (40 balita non-pneumonia). Pemilihan subjek dilakukan melalui wawancara langsung kepada orang tua atau wali pasien di ruang rawat inap anak serta penelusuran rekam medis rumah sakit. Data dianalisi menggunakan uji Chi-square secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara eksistensi anggota keluarga perokok dengan kejadian pneumonia pada balita (p-value=0,044; OR=2,513). Namun, analisis lebih lanjut mengenai frekuensi merokok anggota keluarga tidak ditemukan korelasi yang signifikan secara statistic antara kalsifikasi berat-ringannya kebiasaan merokok keluarga dengan kejadian balita (p-value=0,124). Kesimpulannya eksistensi anggota keluarga perokok di dalam rumah merupakan faktor risiko pneumonia pada balita tanpa melihat frekuensi merokok itu sendiri.
Prevalensi Keterlambatan Motorik Kasar pada Anak Balita di RS Al-Islam Bandung Innaya Maghfira Nurunnisa; Cice Tresnasari; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science 713-720
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22360

Abstract

Abstract. Gross motor delay is one of the common developmental problems in toddlers and may have long-term effects on children’s functional abilities. Gross motor development includes major movements such as sitting, standing, walking, and running, which are influenced by central nervous system maturation and environmental stimulation. This study aimed to describe the characteristics and prevalence of gross motor delay among toddlers at Al-Islam Hospital Bandung. This study employed a quantitative observational method with a descriptive design. The study subjects were toddlers who visited the pediatric outpatient clinic at Al-Islam Hospital Bandung in 2024. Data were obtained from medical records and outpatient visit documentation. The results showed that out of 4,605 pediatric visits, 838 children (18.20%) experienced gross motor delay, while 3,767 children (81.80%) did not show gross motor delay. These findings indicate that although most children had normal gross motor development, the proportion of gross motor delay remains considerable and requires attention. Gross motor delay is influenced by multiple biological and environmental factors; therefore, early detection and routine developmental monitoring are essential. This study is expected to provide baseline information to support the improvement of screening programs and early intervention strategies for gross motor development in toddlers. Abstrak.Keterlambatan motorik kasar merupakan salah satu masalah perkembangan yang sering ditemukan pada anak usia balita dan dapat berdampak terhadap kemampuan fungsional anak di masa mendatang. Perkembangan motorik kasar mencakup kemampuan gerak besar seperti duduk, berdiri, berjalan, dan berlari, yang sangat dipengaruhi oleh maturasi sistem saraf serta stimulasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan prevalensi keterlambatan motorik kasar pada anak usia balita di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia balita yang berkunjung ke Poli Anak Rumah Sakit Al-Islam Bandung pada tahun 2024. Data diperoleh dari rekam medis dan pencatatan kunjungan poli anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 4.605 kunjungan anak, sebanyak 838 anak (18,20%) mengalami keterlambatan motorik kasar, sedangkan 3.767 anak (81,80%) tidak mengalami keterlambatan motorik kasar. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar anak tidak mengalami keterlambatan, proporsi keterlambatan motorik kasar masih cukup tinggi dan memerlukan perhatian. Keterlambatan motorik kasar dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis dan lingkungan, sehingga deteksi dini dan pemantauan perkembangan anak secara rutin sangat penting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk meningkatkan upaya skrining dan intervensi dini perkembangan motorik pada anak usia balita.
Perbandingan Fungsi Kognitif pada Pasien Stroke Iskemik berdasarkan MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina Nurhaliza Mulyaasri Prawira; Alya Tursina; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science 1309-1318
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22597

Abstract

Abstract. Ischemic stroke is one of the leading causes of cognitive impairment, significantly affecting patients’ quality of life and functional independence. Cognitive assessment after stroke is commonly performed using the Indonesian version of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina); however, this instrument does not fully consider patients’ cultural and religious contexts. The Indonesian version of the Muslim Value Cognitive Assessment (MuVaCA-Ina) was developed as a cognitive assessment tool based on Islamic worship-related activities, providing a more contextual approach for Muslim populations. This study aimed to compare cognitive function assessment results in patients with ischemic stroke based on MoCA-Ina and MuVaCA-Ina. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach involving patients with ischemic stroke treated at RSAU dr. Salamun Bandung in 2025 who met the inclusion and exclusion criteria. Cognitive function was assessed using both MoCA-Ina and MuVaCA-Ina in the same subjects. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses to describe the distribution of cognitive function and to compare the results of both instruments. The results showed that the majority of patients with ischemic stroke experienced cognitive impairment based on both MoCA-Ina and MuVaCA-Ina. Differences in the proportion of cognitive function classification were observed between the two instruments, with MuVaCA-Ina providing a more contextual assessment of meaningful worship-related activities. It can be concluded that both MoCA-Ina and MuVaCA-Ina are effective in detecting cognitive impairment in patients with ischemic stroke, with MuVaCA-Ina offering additional cultural and Islamic spirituality. Abstrak. Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama gangguan fungsi kognitif yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kemandirian pasien. Penilaian fungsi kognitif pascastroke umumnya menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina), namun instrumen ini belum sepenuhnya mempertimbangkan konteks budaya dan religius pasien. Muslim Value Cognitive Assessment versi Indonesia (MuVaCA-Ina) dikembangkan sebagai instrumen penilaian fungsi kognitif berbasis aktivitas ibadah Islam yang lebih kontekstual bagi populasi Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penilaian fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik berdasarkan MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada pasien stroke iskemik di RSAU dr. Salamun Bandung tahun 2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina pada subjek yang sama. Data dianalisis secara univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi serta perbandingan hasil penilaian fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien stroke iskemik mengalami gangguan fungsi kognitif berdasarkan kedua instrumen. Terdapat perbedaan proporsi klasifikasi fungsi kognitif antara MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina, di mana MuVaCA-Ina memberikan gambaran yang lebih kontekstual terhadap aktivitas bermakna berbasis ibadah. Disimpulkan bahwa kedua instrumen mampu mendeteksi gangguan fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik, dengan MuVaCA-Ina memberikan nilai tambah dari aspek kultural dan spiritual Islam.
Hubungan Status Gizi dengan Memori Jangka Pendek Siswa Sekolah Dasar Ingara Syahladisa Hadian; Siti Annisa Devi Trusda; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science 1319-1326
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22605

Abstract

Abstract. Short-term memory is an essential component of cognitive development in school-aged children, and nutritional status is believed to play a role in influencing cognitive functions, including memory. However, studies examining this association among Indonesian primary school children remain limited. This study aimed to analyze the relationship between nutritional status and short-term memory performance among elementary school students in Bandung City in 2025. Across-sectional design was used with a total sample of 126 fifth-grade students selected through total sampling. Nutritional status was assessed through measurements of body weight, height, and body mass index-for-age based on WHO 2007 standards. Short-term memory was evaluated using the Digit Span Forward Test. Data collection included subject selection, anthropometric measurement, and memory assessment, followed by analysis using the Fisher Exact Test (α = 0.05). The results showed that although most students had normal nutritional status, the majority demonstrated low short-term memory performance. There was no significant association between BMI-for-age and short-term memory (p = 0.093), whereas a significant relationship was found between height-for-age and short-term memory (p = 0.015). In conclusion, height-for-age was associated with short-term memory performance, while BMI-for-age was not. Abstrak. Kemampuan mengingat jangka pendek merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia sekolah, dan status gizi diduga berperan dalam fungsi tersebut. Namun, penelitian mengenai kaitan keduanya pada anak sekolah dasar di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dan kemampuan mengingat jangka pendek pada siswa sekolah dasar di Kota Bandung tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectionaldengan total 126 siswa kelas lima sebagai sampel yang dipilih melalui total sampling. Status gizi dinilai berdasarkan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh menurut usia menggunakan standar WHO 2007. Kemampuan mengingat jangka pendek diukur menggunakan Digit Span Forward Test. Pengumpulan data meliputi seleksi subjek, pengukuran antropometri, dan pelaksanaan tes memori, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test(α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki status gizi normal, tetapi kemampuan mengingat jangka pendek berada pada kategori rendah. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan kemampuan mengingat (p = 0,093), namun terdapat hubungan signifikan antara status gizi berdasarkan TB/U dengan kemampuan mengingat jangka pendek (p = 0,015). Dengan demikian, status gizi menurut TB/U memiliki kaitan terhadap kemampuan mengingat jangka pendek, sedangkan IMT/U tidak.