Bandung Conference Series : Medical Science
737-742

Gambaran Karakteristik Pada Pasien Miopia di RSUD Welas Asih Bandung Periode Januari-Desember 2024

Isma Aliya Helyana (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Bambang Setiohadji (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Ariko Rahmat Putra (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Myopia is a refractive error characterized by the inability of the eye to focus light precisely on the retina, resulting in blurred distance vision. The prevalence of myopia continues to increase, particularly among young and productive age groups, and may lead to complications if not properly managed. This study aimed to describe the characteristics of patients with myopia at RSUD Welas Asih Bandung during the period of January–December 2024. This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study subjects consisted of secondary data obtained from the medical records of patients diagnosed with myopia. Sampling was conducted using purposive sampling, resulting in a total of 184 patients who met the inclusion criteria. The variables analyzed included age, sex, and degree of myopia. Data were analyzed using univariate analysis and presented in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that the majority of myopia patients were in the 20–29 years age group (35.3%) and were female (76.6%). The most common degree of myopia was mild myopia in both the right eye (72.3%) and the left eye (77.2%). In conclusion, myopia was most frequently found among young and productive age groups with mild severity. These findings highlight the importance of early screening and eye health education to prevent the progression of myopia. Abstrak. Miopia merupakan kelainan refraksi yang ditandai dengan ketidakmampuan mata memfokuskan cahaya tepat di retina sehingga menyebabkan penglihatan jauh menjadi buram. Prevalensi miopia terus meningkat, terutama pada usia muda dan produktif, serta berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien miopia di RSUD Welas Asih Bandung periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Objek penelitian berupa data sekunder rekam medis pasien yang terdiagnosis miopia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 184 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, dan derajat miopia. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien miopia berada pada kelompok usia 20–29 tahun (35,3%) dan berjenis kelamin perempuan (76,6%). Derajat miopia terbanyak adalah miopia ringan, baik pada mata kanan (72,3%) maupun mata kiri (77,2%). Dapat disimpulkan bahwa miopia paling banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif dengan derajat ringan. Temuan ini menunjukkan pentingnya skrining dini dan edukasi kesehatan mata sebagai upaya pencegahan progresivitas miopia.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...