Bandung Conference Series : Medical Science
1175-1182

Perbandingan Fungsi Paru Mahasiswa Weight Training dan Futsal Universitas Pendidikan Indonesia

Ananda Irfan Hadi (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Ike Rahmawaty Alie (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Eka Hendryany (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Pulmonary function is an important indicator of respiratory capacity and is influenced by physical activity. Weight training is anaerobic and increases intrathoracic pressure, whereas futsal is an aerobic sport that enhances pulmonary ventilation. However, studies directly comparing pulmonary function among students who regularly participate in these two types of exercise remain limited. This study aimed to determine the differences in FEV₁, FVC, and the FEV₁/FVC ratio between students who engage in weight training and those who play futsal at FPOK UPI, using a comparative cross-sectional design involving male students who had regularly performed these activities for ≥3 months with a frequency of ≥3 times per week through purposive sampling. Pulmonary function was measured using ATS/ERS-standardized spirometry. Data were analyzed using the independent t-test or Mann–Whitney test according to distribution. The futsal group had higher mean FEV₁ and FVC values than the weight training group, while the FEV₁/FVC ratio remained within normal limits in both groups. Significant differences were found in FEV₁ and FVC, but not in the FEV₁/FVC ratio. Aerobic training in futsal more effectively stimulates increases in ventilation and lung capacity, resulting in better pulmonary function compared to weight training, which emphasizes muscle strength without continuous enhancement of ventilatory capacity. These findings support the theory that aerobic activity is more effective in improving lung volume. Abstrak. Fungsi paru merupakan indikator penting kapasitas respirasi dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Weight training bersifat anaerobik dan meningkatkan tekanan intra-torakal, sedangkan futsal merupakan olahraga aerobik yang meningkatkan ventilasi paru. Namun, penelitian yang secara langsung membandingkan fungsi paru pada mahasiswa yang rutin melakukan kedua jenis olahraga ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan FEV₁, FVC, dan rasio FEV₁/FVC antara mahasiswa pelaku weight training dan futsal di FPOK UPI melalui desain komparatif cross-sectional pada mahasiswa laki-laki yang rutin melakukan kedua jenis olahraga tersebut ≥3 bulan dengan frekuensi ≥3 kali per minggu menggunakan teknik purposive sampling. Fungsi paru diukur dengan spirometri standar ATS/ERS. Data dianalisis menggunakan independent t-test atau Mann–Whitney sesuai distribusi. Kelompok futsal memiliki rata-rata FEV₁ dan FVC lebih tinggi dibandingkan kelompok weight training, sementara rasio FEV₁/FVC tetap normal pada kedua kelompok. Terdapat perbedaan signifikan pada FEV₁ dan FVC, tetapi tidak pada rasio FEV₁/FVC. Latihan aerobik pada futsal lebih menstimulasi peningkatan ventilasi dan kapasitas paru, sehingga menghasilkan fungsi paru lebih baik dibandingkan weight training yang lebih menekankan kekuatan otot tanpa peningkatan kapasitas ventilasi berkelanjutan. Hasil ini mendukung teori bahwa aktivitas aerobik lebih efektif meningkatkan volume paru.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...