Bandung Conference Series : Medical Science
1227-1234

Hubungan Paritas dengan Hasil Pap Smear di Lab Medis Biopath Bandung

Ulfah Seftianti (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Meike Rachmawati (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Muhammad Syah Misuari Sabirin (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Cervical cancer is a major health problem among women and is generally preceded by cervical cytological changes that can be detected through Pap smear examination. Parity has been suggested as one of the factors influencing cervical cellular changes; however, findings from previous studies remain inconsistent. This study aimed to analyze the association between parity and Pap smear results among women of reproductive age undergoing examination at the Biopath Medical Laboratory Bandung. This study was an analytic observational study with a cross-sectional design, utilizing secondary data from Pap smear examinations conducted between 2023 and 2025. A total of 230 subjects were included using consecutive sampling. Parity was defined as the independent variable, while Pap smear results classified according to the Bethesda System were defined as the dependent variable. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test, without adjustment for potential confounding factors. The results showed that the majority of subjects had normal Pap smear findings (85%). Bivariate analysis demonstrated no statistically significant association between parity and Pap smear results (p = 0.375). These findings suggest that cervical cytological changes are more likely influenced by primary factors such as Human Papillomavirus infection, while parity may act as a co-modulatory factor whose effects are not consistently detectable in a cross-sectional study design. Abstrak. Kanker serviks merupakan masalah Kesehatan utama pada Wanita dan umumnya didahului oleh perubahan sitologi serviks yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan Pap smear. Paritas diduga berperan sebagai salah satu factor yang memengaruhi perubahan sel serviks, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan ketidak konsistenan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paritas dengan hasil Pap smear pada Wanita usia subur yang menjalani pemeriksaan di Laboratorium Medis Biopath Bandung. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan Pap smear periode tahun 2023-2025. Subjek penelitian ini berjumkah 230 subjek yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Paritas ditetapkan sebagai variabell independent, sedangkan hasil Pap smear sebagai variabel dependen yang diklasifikasikan berdasarkan sistem Bethesda .Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square tanpa dilakukan pengendalian terhadap factor perancu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar subjek memiliki hasil Pap smear normal (85%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistic antara paritas dengan hasil Pap smear (p=0,375). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan sitologi serviks kemungkinan lebih dipengaruhi oleh factor utaman lain seperti infeksi Human Papillomavirus, sementara paritas berperan sebagai faktor ko-modulator yang efeknya tidak selalu terdeteksi dengan desai penelitian cross-sectional.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...