Muhammad Syah Misuari Sabirin
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Gambaran Sitomorfologi pada Pemeriksaan Pap Smear di Laboratorium Patologi Anatomi Biopath Bandung Tahun 2023-2025 Haifa Zahra Salsabila; Ismet Muchtar Nur; Muhammad Syah Misuari Sabirin
Bandung Conference Series: Medical Science 383-392
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22193

Abstract

Abstract. Cervical cancer is a malignancy that remains one of the major health problems among women. The pap smear plays an important role as a screening method for early detection of cervical cytological changes. This study aimed to describe age characteristics, clinical finding, and cytomorphological features of Pap Smear examinations at the Biopath Bandung Anatomical Pathology Laboratory during 2023-2025. A descriptive retrospective design was used with secondary data from Pap Smear record. Variable included age, clinical findings, and cytomorphology based on the Bethesda system. Result showed the most patient were aged ≤40 years. The majority had normal clinical findings. Cytomorphological result were predominantly normal (NILM), while the most common abnormal finding was ASC-US, followed by LSIL and HSIL. In conclusion, most Pap smear result were normal, with detected abnormalities respresenting early cytological changes. Abstrak. Kanker serviks adalah suatu keganasan yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada wanita. Pap smear berperan sebagai metode skrining untuk mendeteksi perubahan sitologi serviks secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik usia, temuan klinis, dan gambaran sitomorfologi pemeriksaan Pap smear di Laboratorium Patologi Anatomi Biopath Bandung periode 2023-2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data sekunder dari arsip hasil pemeriksaan Pap smear. Variable yang dianalisis meliputi usia pasien, temuan klinis, dan gambaran sitomorfologi berdasarkan sistem Bethesda. Data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia ≤40 tahun. Sebagian besar memiliki temuan klinis normal. Gambaran sitomorfologi didominasi oleh hasil normal (NILM), sedangkan temuan abnormal paling banyak berupa ASC-US, diikuti LSIL dan HSIL. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil Pap smear berada dalam kategori normal, sementara kelainan sitologi yang ditemukan umumnya merupakan perubahan awal.
Hubungan Stadium dan Jenis Terapi dengan Outcome Pasien Kanker Serviks di RSUD Al-Ihsan Fresa Ryan Destina; Abdul Hadi Hassan; Muhammad Syah Misuari Sabirin
Bandung Conference Series: Medical Science 955-962
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22437

Abstract

Abstract. Cervical cancer is a malignant tumor of the cervical epithelial tissue, primarily caused by infection with the Human Papilloma Virus. Disease stage and type of therapy are clinical factors commonly examined in relation to patient outcomes. This study aimed to analyze the association between cancer stage and type of therapy with outcome among cervical cancer patients at Al-Ihsan Regional General Hospital during 2019-2024. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. Data were obtained from the medical records of cervical cancer patients who met the inclusion criteria during the 2019-2024 period using a total sampling technique. The independent variables were cervical cancer stage and type of therapy, while the dependent variable was patient outcome (alive or deceased). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with Fisher’s Exact Test. The results showed that most patients were in advanced stages and received radiotherapy, and outcome was predominantly alive. Bivariate analysis indicated no significant association between cervical cancer stage and outcome (p=1,000) or between type of therapy and outcome (p=0,079). These findings suggest that outcomes are not solely associated with disease stage and type of therapy but may be related to other clinical factors not analyzed in this study. The conclusion of this study is that neither disease stage nor type of therapy is significantly associated with patient outcomes. Abstrak. Kanker serviks adalah tumor ganas pada jaringan epitel leher rahim yang terutama disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus. Stadium penyakit dan jenis terapi merupakan faktor klinis yang sering dikaji dalam kaitannya dengan hasil akhir kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan stadium dan jenis terapi dengan outcome pada pasien kanker serviks di RSUD Al-Ihsan tahun 2019-2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien kanker serviks yang memenuhi kriteria inklusi selama periode 2019-2024 dengan teknik total sampling. Variabel independen meliputi stadium kanker serviks dan jenis terapi, sedangkan variabel dependen adalah outcome (hidup atau meninggal). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berada pada stadium lanjut dan menjalani radioterapi, serta outcome didominasi oleh kondisi hidup. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stadium kanker serviks dengan outcome (p=1,000) maupun antara jenis terapi dengan outcome (p=0,079). Temuan ini menunjukkan bahwa outcome hidup dan meninggal tidak hanya berkaitan dengan stadium dan jenis terapi, melainkan kemungkinan berkaitan dengan faktor klinis yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stadium maupun jenis terapi tidak berhubungan signifikan dengan outcome.
Hubungan Paritas dengan Hasil Pap Smear di Lab Medis Biopath Bandung Ulfah Seftianti; Meike Rachmawati; Muhammad Syah Misuari Sabirin
Bandung Conference Series: Medical Science 1227-1234
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22534

Abstract

Abstract. Cervical cancer is a major health problem among women and is generally preceded by cervical cytological changes that can be detected through Pap smear examination. Parity has been suggested as one of the factors influencing cervical cellular changes; however, findings from previous studies remain inconsistent. This study aimed to analyze the association between parity and Pap smear results among women of reproductive age undergoing examination at the Biopath Medical Laboratory Bandung. This study was an analytic observational study with a cross-sectional design, utilizing secondary data from Pap smear examinations conducted between 2023 and 2025. A total of 230 subjects were included using consecutive sampling. Parity was defined as the independent variable, while Pap smear results classified according to the Bethesda System were defined as the dependent variable. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test, without adjustment for potential confounding factors. The results showed that the majority of subjects had normal Pap smear findings (85%). Bivariate analysis demonstrated no statistically significant association between parity and Pap smear results (p = 0.375). These findings suggest that cervical cytological changes are more likely influenced by primary factors such as Human Papillomavirus infection, while parity may act as a co-modulatory factor whose effects are not consistently detectable in a cross-sectional study design. Abstrak. Kanker serviks merupakan masalah Kesehatan utama pada Wanita dan umumnya didahului oleh perubahan sitologi serviks yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan Pap smear. Paritas diduga berperan sebagai salah satu factor yang memengaruhi perubahan sel serviks, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan ketidak konsistenan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paritas dengan hasil Pap smear pada Wanita usia subur yang menjalani pemeriksaan di Laboratorium Medis Biopath Bandung. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan Pap smear periode tahun 2023-2025. Subjek penelitian ini berjumkah 230 subjek yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Paritas ditetapkan sebagai variabell independent, sedangkan hasil Pap smear sebagai variabel dependen yang diklasifikasikan berdasarkan sistem Bethesda .Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square tanpa dilakukan pengendalian terhadap factor perancu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar subjek memiliki hasil Pap smear normal (85%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistic antara paritas dengan hasil Pap smear (p=0,375). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan sitologi serviks kemungkinan lebih dipengaruhi oleh factor utaman lain seperti infeksi Human Papillomavirus, sementara paritas berperan sebagai faktor ko-modulator yang efeknya tidak selalu terdeteksi dengan desai penelitian cross-sectional.