Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Scabies, a contagious skin infection caused by Sarcoptes scabiei var. hominis, presents a significant public health challenge in high-density environments such as Islamic boarding schools. This study aimed to investigate the correlation between occupancy density and the incidence of scabies among students at Al-Hanif Islamic Boarding School in Cianjur. Employing an observational analytic design with a cross-sectional approach, 100 respondents were selected via convenience sampling. Data collection involved measuring room dimensions to assess density and conducting physical examinations by physicians to diagnose scabies based on cardinal signs. The results indicated that 44% of students were positive for scabies, while 73.33% of the living quarters were categorized as overcrowded. However, bivariate analysis using Fisher's Exact test yielded a p-value of 1.000 (p > 0.05), demonstrating no significant relationship between occupancy density and scabies incidence. The high prevalence observed suggests the influence of other determinants, such as personal hygiene, environmental sanitation, and individual immunity, highlighting the necessity for more comprehensive health interventions Abstrak. Skabies, infeksi kulit akibat infestasi Sarcoptes scabiei var. hominis, kerap mewabah di lingkungan padat penghuni seperti pondok pesantren. Studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini difokuskan untuk menginvestigasi korelasi antara kepadatan kamar dengan insidensi skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Hanif, Cianjur. Melibatkan 100 responden yang direkrut melalui metode convenience sampling, data dikumpulkan lewat pemeriksaan fisik untuk diagnosis klinis serta pengukuran luas kamar. Temuan riset mencatat 44% santri positif terinfeksi, dengan 73,33% kondisi kamar tergolong padat. Walaupun demikian, hasil uji statistik Fisher's Exact menghasilkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak adanya hubungan bermakna antara kepadatan hunian dan kejadian skabies. Absennya korelasi ini menyiratkan bahwa tingginya kasus kemungkinan besar dipicu oleh faktor lain, seperti sanitasi lingkungan, kebersihan personal, atau imunitas, sehingga diperlukan strategi intervensi kesehatan yang lebih menyeluruh
Copyrights © 0000