Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Malnutrition is a serious health problem in toddlers that hinders optimal growth and development. This study aims to determine the nutritional status of toddlers in the Jatiwangi Community Health Center (Puskesmas) working area, Majalengka Regency, in 2024. The research method used was an analytical observational cross-sectional design. The study sample consisted of 89 respondents selected using a simple random sampling technique. Data collection was carried out through anthropometric measurements with indicators of weight according to height or length. The results showed that the majority of toddlers had a nutritional status in the good category, namely 53 children (59.6%). Meanwhile, malnutrition status was found in 33 children (37.1%) and severe nutritional status in 3 children (3.4%). The majority of toddlers showed relatively good health indicators as reflected in the fulfillment of nutritious food intake. However, factors such as inadequate nutritional intake, infectious diseases, and family socioeconomic conditions remain important variables that influence children's nutritional status. The conclusion of this study is that most toddlers in the Jatiwangi Community Health Center work area have normal nutritional status, although efforts to prevent malnutrition are still needed through nutritional education and routine monitoring. Abstrak. Gizi kurang merupakan permasalahan kesehatan serius pada balita yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dengan indikator berat badan menurut tinggi atau panjang badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi dalam kategori baik, yaitu sebanyak 53 anak (59,6%). Sementara itu, status gizi kurang ditemukan pada 33 anak (37,1%) dan status gizi buruk pada 3 anak (3,4%). Mayoritas balita menunjukkan indikator kesehatan yang relatif baik yang tercermin dari terpenuhinya asupan makanan bergizi. Namun, faktor-faktor seperti asupan nutrisi yang tidak adekuat, penyakit infeksi, serta kondisi sosial ekonomi keluarga tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi status gizi anak. Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar balita di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi memiliki status gizi normal, meskipun upaya pencegahan terhadap gizi kurang tetap diperlukan melalui edukasi gizi dan pemantauan rutin.
Copyrights © 0000