Suganda Tanuwidjaja
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Program Pemberian PDK dalam Penanggulangan Stunting di Puskesmas Kecamatan Batang Adzim Dzofirul Azdi; Suganda Tanuwidjaja; Buti Azfiani Azhali
Bandung Conference Series: Medical Science 729-736
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22369

Abstract

Abstract. Stunting is a growth failure condition resulting from chronic undernutrition, which adversely affects children’s physical, cognitive, and long-term health outcomes. Batang District has a high stunting prevalence, underscoring the need for effective, specific nutritional interventions. The provision of Special Dietary Foods (PDK) represents one of the government’s strategies to improve the nutritional status of stunted children. This study aimed to evaluate the effectiveness of this intervention. A pre–post study design without a control group was employed, involving 121 stunted children who received PDK for 90 days. Nutritional status was assessed using the height-for-age (H/A) indicator based on WHO standards, and changes were analyzed using the McNemar test. The results indicate that the 90-day PDK intervention reduced the proportion of stunted children by 21.6% among the 121 participants, while the remaining 78.4% remained stunted. The McNemar test yielded a p-value < 0.001, demonstrating a statistically significant change following the intervention. These findings suggest that PDK facilitates catch-up growth and contributes positively to linear growth improvement among stunted children. Therefore, the PDK program may be considered an effective intervention to support accelerated stunting reduction efforts. Abstrak. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak. Kecamatan Batang memiliki prevalensi stunting yang tinggi sehingga diperlukan intervensi gizi spesifik yang efektif. Pemberian Pangan Diet Khusus (PDK) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki status gizi balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program tersebut. Penelitian menggunakan desain pre–post tanpa kelompok kontrol dengan 121 balita stunting yang menerima PDK selama 90 hari. Status gizi diukur menggunakan indikator TB/U berdasarkan standar WHO, dan perubahan dianalisis menggunakan uji McNemar. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian PDK selama 90 hari menghasilkan penurunan presentase balita stunting sebesar 21,6% dari total 121 balita yang mengalami stunting, sedangkan 78,4% sisanya masih mengalami stunting. Uji McNemar menunjukkan nilai p < 0,001 yang menandakan adanya perubahan signifikan setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa PDK mampu mendorong pertumbuhan yang tertinggal dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan linier balita. Dengan demikian, program pemberian PDK dapat dipertimbangkan sebagai intervensi yang efektif sebagai upaya percepatan penurunan stunting.
Gambaran Status Gizi pada Balita di Puskesmas Jatiwangi Tahun 2024 Dea Tazkia Aulia; Suganda Tanuwidjaja; Yuniarti
Bandung Conference Series: Medical Science 1351-1358
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22623

Abstract

Abstract. Malnutrition is a serious health problem in toddlers that hinders optimal growth and development. This study aims to determine the nutritional status of toddlers in the Jatiwangi Community Health Center (Puskesmas) working area, Majalengka Regency, in 2024. The research method used was an analytical observational cross-sectional design. The study sample consisted of 89 respondents selected using a simple random sampling technique. Data collection was carried out through anthropometric measurements with indicators of weight according to height or length. The results showed that the majority of toddlers had a nutritional status in the good category, namely 53 children (59.6%). Meanwhile, malnutrition status was found in 33 children (37.1%) and severe nutritional status in 3 children (3.4%). The majority of toddlers showed relatively good health indicators as reflected in the fulfillment of nutritious food intake. However, factors such as inadequate nutritional intake, infectious diseases, and family socioeconomic conditions remain important variables that influence children's nutritional status. The conclusion of this study is that most toddlers in the Jatiwangi Community Health Center work area have normal nutritional status, although efforts to prevent malnutrition are still needed through nutritional education and routine monitoring. Abstrak. Gizi kurang merupakan permasalahan kesehatan serius pada balita yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dengan indikator berat badan menurut tinggi atau panjang badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi dalam kategori baik, yaitu sebanyak 53 anak (59,6%). Sementara itu, status gizi kurang ditemukan pada 33 anak (37,1%) dan status gizi buruk pada 3 anak (3,4%). Mayoritas balita menunjukkan indikator kesehatan yang relatif baik yang tercermin dari terpenuhinya asupan makanan bergizi. Namun, faktor-faktor seperti asupan nutrisi yang tidak adekuat, penyakit infeksi, serta kondisi sosial ekonomi keluarga tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi status gizi anak. Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar balita di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi memiliki status gizi normal, meskipun upaya pencegahan terhadap gizi kurang tetap diperlukan melalui edukasi gizi dan pemantauan rutin.