Kabupaten Pacitan memiliki potensi wisata pesisir yang besar, namun berada pada wilayah dengan kerentanan geologi tinggi akibat ancaman megathrust. Penelitian ini menghadirkan kebaruan melalui penggabungan konsep Smart Resilient Architecture dan Green Architecture dalam desain hotel resort di Pantai Soge, Pacitan. Metode yang digunakan ialah deskriptif-analitis dengan pendekatan campuran melalui observasi lapangan, analisis dokumen tata ruang, data statistik, dan studi preseden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resort bintang lima dirancang dengan konfigurasi massa cluster yang mengikuti kontur lereng, sistem struktur bawah berupa bored pile dan retaining wall, serta penerapan sensor tsunami yang terhubung dengan Building Management System (BMS). Selain itu, desain ini dilengkapi sistem utilitas berkelanjutan berupa Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), pengolahan greywater, green roof, dan pemanfaatan energi surya. Temuan utama menunjukkan bahwa perpaduan kedua konsep tersebut mampu menghasilkan model akomodasi pesisir yang aman, adaptif, dan berwawasan lingkungan. Secara ilmiah, penelitian ini menyusun kerangka konseptual perancangan hotel resort pesisir rawan bencana yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan fasilitas pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2026