Latar belakang: Sebagian besar timbulan sampah global didominasi oleh 44% sampah makanan, yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi. Di antara berbagai upaya pengelolaan sampah, biokonversi dengan larva Black Soldier Fly (BSF) terbukti efektif dalam mengurangi sampah organik dan menghasilkan produk samping yang menguntungkan. Namun, implementasi teknologi ini masih terbatas, sehingga diperlukan kajian mengenai persepsi dan penerimaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi serta penerimaan masyarakat pesisir pada pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan larva BSF.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif untuk menyelidiki bagaimana hubungan antara persepsi dan penerimaan masyarakat pesisir terhadap pengolahan sampah organik dari rumah tangga menggunakan larva BSF. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner kepada tiga puluh orang yang dipilih secara acak sederhana. Uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Uji ini dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan dan arah hubungan antara indikator persepsi masyarakat dan tingkat penerimaan masyarakat.Hasil: Dengan koefisien korelasi 0,526 dan tingkat signifikansi (p-value) 0,003, hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara persepsi masyarakat dan penerimaan masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat persepsi masyarakat, maka semakin besar pula tingkat penerimaan terhadap pengelolaan sampah organik rumah tangga menggunakan larva BSF.Simpulan: Bahwa persepsi masyarakat memiliki korelasi positif sedang yang signifikan dengan tingkat penerimaan masyarakat terhadap pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan larva BSF, yang menunjukkan pentingnya persepsi dalam mendorong praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026