Penelitian mengenai ketangguhan banjir (flood resilience) berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, namun sebagian besar masih berfokus pada pengelolaan risiko, ketangguhan masyarakat, dan tata kelola banjir pada skala kota maupun komunitas. Sementara itu, adaptasi hunian sebagai ruang utama masyarakat dalam menghadapi banjir masih relatif jarang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengetahuan, perkembangan tema, dan kesenjangan penelitian mengenai adaptasi hunian p ada kawasan rawan banjir melalui pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari 500 publikasi berbahasa Inggris dan Indonesia yang terindeks Google Scholar periode 2015–2025 menggunakan Publish or Perish, kemudian dianalisis dengan VOSviewer versi 1.6.20 melalui analisis kemunculan bersama (co-occurrence) kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flood resilience merupakan tema yang paling dominan dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan community resilience, flood risk management, dan vulnerability. Analisis Network memperlihatkan bahwa struktur pengetahuan mengenai flood resilience telah berkembang dengan baik dan didominasi oleh tema -tema yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan ketangguhan masyarakat. Analisis overlay menunjukkan adanya pergeseran fokus penelitian dari pengendalian banjir menuju peningkatan kapasitas adaptif masyarakat, sedangkan analisis density mengindikasikan bahwa tema yang berkaitan dengan hunian masih memiliki intensitas penelitian yang rendah. Selain itu, istilah seperti spatial adaptation, housing transformation, dan occupant behaviour belum berkembang sebagai tema utama. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian pada tingkat hunian serta menegaskan pentingnya mengintegrasikan perspektif arsitektur, lingkungan binaan, dan perilaku penghuni dalam pengembangan kajian ketangguhan banjir.
Copyrights © 2026