Proyek konstruksi merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, sehingga penerapan keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan kerja fisik menjadi determinan penting bagi kinerja tenaga kerja. Kondisi ini semakin krusial pada proyek pembangunan Gedung Kanker RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang dilaksanakan berdampingan dengan operasional rumah sakit rujukan yang tetap berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keselamatan kerja (X1) dan lingkungan kerja fisik (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori terhadap 30 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (b = 0,524; t = 5,376; p < 0,05), demikian pula lingkungan kerja fisik (b = 0,501; t = 6,061; p < 0,05). Lingkungan kerja fisik memiliki koefisien beta terstandar yang lebih besar (β = 0,635) dibandingkan keselamatan kerja (β = 0,563) sehingga merupakan variabel yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 32,048; p < 0,05) dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,704, yang berarti 70,4% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 29,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa keselamatan kerja dan lingkungan kerja fisik perlu dikelola secara terpadu sebagai strategi peningkatan kinerja tenaga kerja pada proyek konstruksi fasilitas kesehatan. Kata kunci: keselamatan kerja, lingkungan kerja fisik, kinerja karyawan, proyek konstruksi, regresi linier berganda
Copyrights © 2026