Remaja, sebagai fase perkembangan manusia pada usia 13-15 tahun, mengalami transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Artikel ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengasuh remaja, khususnya dalam konteks Pangkalan Kerinci. Kenakalan remaja, termasuk perilaku melanggar hukum seperti balap liar dan pencurian, menjadi perhatian serius dalam masyarakat setempat. Komunikasi antara orang tua dan anak remaja dianggap krusial dalam mencegah perilaku menyimpang ini. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, penelitian ini meneliti 1.676 remaja di Pangkalan Kerinci. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa intensitas komunikasi orang tua dengan remaja cenderung tinggi, sedangkan tingkat kenakalan remaja juga tinggi, terutama terkait dengan kurangnya pengendalian diri. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara intensitas komunikasi orang tua dan tingkat kenakalan remaja. Meskipun demikian, koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh intensitas komunikasi terhadap kenakalan remaja tergolong rendah (25,5%). Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar intensitas komunikasi orang tua juga berperan dalam menentukan perilaku remaja di Pangkalan Kerinci. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dan kenakalan remaja di Pangkalan Kerinci. Implikasinya mencakup pentingnya meningkatkan pola komunikasi orang tua dengan anak remaja untuk mengurangi perilaku menyimpang di masyarakat setempat.
Copyrights © 2024