Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas operasional, likuiditas, leverage, Environmental, Social, and Governance (ESG), dan perputaran aset terhadap profitabilitas perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024, seiring penurunan rata-rata Return on Assets (ROA) sektor ini dari 30,6% pada 2022 menjadi 13,8% pada 2024 akibat volatilitas harga komoditas pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2022–2024; sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling sehingga diperoleh 20 perusahaan dengan 60 unit observasi. Data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics, meliputi uji asumsi klasik, uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasional, likuiditas, dan perputaran aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, ESG berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan leverage tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kelima variabel berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan Adjusted R Square sebesar 0,655. Penelitian ini memperkuat relevansi Pecking Order Theory dan merekomendasikan manajemen menjaga stabilitas arus kas operasional serta mengelola investasi ESG secara bertahap agar tidak menekan profitabilitas jangka pendek.
Copyrights © 2025