Program Desa Binaan ini bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan iuran air swadaya melalui transformasi digital pada sistem administrasi HIPAM di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Permasalahan utama mitra meliputi pencatatan pelanggan yang masih manual, kesulitan monitoring pembayaran dan tunggakan, keterlambatan penyusunan laporan keuangan, serta rendahnya literasi digital pengurus. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pengurus HIPAM dan pemerintah desa dalam setiap tahapan kegiatan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan dan pengembangan sistem informasi berbasis dashboard digital, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelatihan, implementasi sistem, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil program menunjukkan bahwa sistem digital berbasis dashboard berhasil mengintegrasikan data pelanggan, pembayaran, tunggakan, dan laporan keuangan dalam satu platform yang mudah digunakan. Pengurus mampu melakukan pencatatan transaksi, monitoring tunggakan, dan penyusunan laporan secara lebih cepat dan akurat dibandingkan sistem manual. Program juga meningkatkan kemampuan literasi digital pengurus serta memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan HIPAM. Implementasi tahun pertama menghasilkan fondasi transformasi digital yang mendukung pengelolaan layanan air swadaya yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan di Desa Banjararum.