Karya tari Legong Maha Widya merupakan penciptaan koreografis oleh Anak Agung Mas Sudarningsih yang berangkat dari penafsiran baru terhadap seni Legong tradisi dalam ruang kebudayaan multikultural. Legong yang dikenal dengan pola dinamis, struktur pakem, dan keindahan ragam geraknya menjadi landasan dalam menghadirkan bentuk baru yang berpijak pada nilai-nilai klasik namun terbuka terhadap dialog budaya. Kehadiran unsur multikultural tampak melalui perpaduan elemen tradisional Bali dengan bentuk garap modern, seperti penggunaan teknologi digital pada iringan gamelan Semara Pegulingan serta tata pencahayaan yang memperkaya atmosfer pertunjukan. Tujuan penciptaan karya ini untuk menampilkan keseimbangan antara tradisi dan inovasi melalui simbol pengetahuan agung (Maha Widya) yang bersumber dari kekuatan alam Hyang Pertiwi. Proses ini menjadi wujud perenungan terhadap pengetahuan lokal yang terus berkembang di tengah arus global. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis wujud dan struktur tari meliputi ragam gerak, tata rias dan busana, properti, serta tata iringan. Pengolahan koreografi dilakukan melalui eksplorasi bentuk gerak Legong tradisi yang diadaptasi menjadi gerak dinamis dan simbolik. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa Legong Maha Widya tetap mempertahankan pola struktur pakem Legong seperti pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad, tetapi diolah menjadi bentuk kreasi baru yang menghadirkan ekspresi pengetahuan dan spiritualitas. Karya ini memperlihatkan bagaimana tradisi dan kreasi dapat berdampingan dalam satu ruang budaya yang saling memperkaya. Kata kunci : Legong Maha Widya, Multikultur, Kreasi
Copyrights © 2026