Penggunaan pupuk kimia secara berkesinambungan dapat menurunkan kualitas tanah, sehingga pupuk organik cair (POC) air cucian beras menjadi alternatif ramah lingkungan. Meskipun mengandung nutrisi yang baik untuk tanaman, efisiensi POC ini sangat bergantung pada takaran yang diberikan. Penelitian ini mengevaluasi dampak dosis POC terhadap pertumbuhan bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) untuk mencari takaran optimal. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) melalui lima perlakuan: kontrol (tanpa POC), 125, 150, 175, dan 200 mL/tanaman dengan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, diameter batang, dan bobot segar. Hasil ANOVA membuktikan penyiraman POC tidak berpengaruh signifikan secara statistik (P>0,05) pada semua parameter: tinggi tanaman (F (4, 8) = 1,900, p=0,204), jumlah daun (F (4, 8) = 0,250, p=0,902), lebar daun (F (4, 8) = 1,058, p=0,436), diameter batang (F (4, 8) = 1,790, p=0,224), dan bobot segar (F (4, 8) = 2,561, p=0,120). Walaupun secara angka deskriptif aplikasi bervolume 150 mL (Perlakuan B) sukses mencatatkan nilai rata-rata paling unggul pada beberapa indikator pertumbuhan, ketiadaan beda nyata secara statistik dan inkonsistensi respons ini menegaskan bahwa dosis 150 mL belum bisa diklaim sebagai takaran paling efektif secara mutlak.
Copyrights © 2026