Jurnal Agribisnis
Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 2

Analisis Willingness to Pay (WTP) Produk Ikan Kaleng di Pasar Tradisional dan Pasar Modern di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru

Nurul Adelia Fitri (Universitas Riau)
Hazmi Arief (Universitas Riau)
Zulkarnain (Universitas Riau)



Article Info

Publish Date
03 Nov 2026

Abstract

Ikan kaleng merupakan produk perikanan olahan yang memiliki daya simpan panjang dan banyak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk ikan kaleng, menganalisis Willingness to Pay (WTP) konsumen, serta mengetahui faktor yang memengaruhi WTP pada pasar tradisional dan pasar modern di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan pada 6 Februari – 10 Maret 2026 menggunakan metode survei. Responden dipilih melalui accidental sampling, terdiri atas 30 konsumen. Konsumen terdiri dari 15 orang dari Pasar Pagi Arengka sebagai pasar tradisional dan 15 orang dari Planet Swalayan dan Budiman Swalayan sebagai pasar modern. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM), uji Mann-Whitney U, dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar tradisional menyediakan 4 merek ikan kaleng, sedangkan pasar modern menyediakan 13 merek, dengan Mili menjadi merek yang paling banyak dikonsumsi. Rata-rata WTP sebesar Rp29.933 per kaleng pada pasar tradisional dan Rp34.867 pada pasar modern. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan WTP yang signifikan antar pasar (Sig. = 0,054 > 0,05). Regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan, kualitas produk, dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap WTP (Sig. = 0,002), sedangkan kualitas produk merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial (Sig. = 0,003)Canned fish is a fishery product with a long shelf life and is widely consumed. This study aimed to identify canned fish products, analyze consumers’ Willingness to Pay (WTP), and determine factors influencing WTP in traditional and modern markets in Marpoyan Damai Subdistrict, Pekanbaru. The research was conducted in 6 February – 10 March 2026 using a survey method. Respondents were selected through accidental sampling, consisting of 30 consumers. The consumers comprised 15 from Pasar Pagi Arengka as traditional market and 15 from Planet Swalayan and Budiman Swalayan as modern markets. Data were analyzed using descriptive analysis, the Contingent Valuation Method (CVM), the Mann-Whitney U test, and binary logistic regression. The results showed that the traditional market offered 4 canned fish brands, while the modern market offered 13 brands, with Mili being the most consumed brand in markets. The average WTP was IDR 29,933 per can in the traditional market and IDR 34,867 in the modern market. The Mann-Whitney U test showed no significant difference in WTP between markets (Sig. = 0.054 > 0.05). Logistic regression showed that income, product quality, and price perception jointly affected WTP (Sig. = 0.002), while product quality was a significant partial factor (Sig. = 0.003)

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

agribisnis

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance

Description

Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan ...