Penggunaan alat teknologi sebagian besar menggunakan sumber energi listrik. Hal tersebut dapat menyebabkan penggunaan tenaga listrik yang besar. Pada toilet DINAS SOSIAL, pengontrolan lampu masih dilakukan secara manual, yaitu dengan menekan saklar on/off. Berdasarkan observasi pada toilet DINAS SOSIAL, didapati bahwa dalam 1 jam terdapat 8 hingga 9 orang yang menggunakan toilet namun tidak memadamkan lampu kembali setelah digunakan. Dengan menggunakan sistem kontrol lampu menggunakan sensor PIR, relay dan Arduino, maka proses menyala dan memadamkan lampu dapat dikontrol sesuai dengan gerakan yang di terima oleh sensor. Sehingga lampu akan menyala dan padam sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil pengujian usability pada skala kecil memperoleh persentase komulatif sebesar 67% dengan kategori “Layak”. Sedangkan pada skala besar memperoleh persentase komulatif sebesar 81,66% dengan kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan penghitungan penggunaan 1 buah lampu selama 1 hari tanpa sistem kontrol lampu menggunakan sensor PIR sebesar 0,09 kWh. sedangkan lampu dengan sistem kontrol menggunakan sensor PIR sebesar 0,07 kWh. Sehingga, dengan penggunaan sistem kontrol lampu dapat lebih menghemat pemakaian listrik.
Copyrights © 2026