Penelitian ini menganalisis pengaruh Financial Distress, Leverage, dan Operating Cash Flow terhadap Accounting Conservatism, dengan Firm Size sebagai moderasi, pada perusahaan konstruksi terdaftar di BEI periode 2020-2025. Penelitian dilatarbelakangi tekanan keuangan berlapis pada sektor konstruksi pascapandemi Covid-19 dan restrukturisasi utang BUMN karya. Sampel ditentukan melalui purposive sampling terhadap 16 perusahaan (96 observasi), dianalisis dengan Moderated Regression Analysis berbasis data panel menggunakan EViews 14 dan model Fixed Effect. Hasil menunjukkan Financial Distress dan Leverage berpengaruh negatif signifikan, sedangkan Operating Cash Flow berpengaruh positif signifikan terhadap Accounting Conservatism. Arah negatif Leverage berlawanan dengan debt covenant hypothesis, diduga akibat dominasi BUMN dan jaminan implisit pemerintah. Firm Size tidak terbukti memoderasi pengaruh Financial Distress dan Leverage secara individual, dan hanya menunjukkan efek moderasi marjinal terhadap Operating Cash Flow, meski Uji Wald mengindikasikan signifikansi gabungan ketiga interaksi. Kondisi keuangan perusahaan merupakan determinan utama konservatisme akuntansi sektor konstruksi BEI, sementara peran moderasi Firm Size masih terbatas.
Copyrights © 2026