Pengambilan keputusan di madrasah masih banyak bertumpu pada intuisi dan pengalaman pimpinan, padahal sistem informasi manajemen pendidikan telah menyediakan data yang melimpah. Artikel ini bertujuan merancang dan mendemonstrasikan simulasi pengambilan keputusan berbasis data untuk penetapan program prioritas madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap 16 artikel jurnal terbitan 2022–2026 yang dipadukan dengan simulasi kuantitatif. Simulasi menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada empat alternatif program dan lima kriteria, kemudian diuji dengan analisis skenario dan analisis sensitivitas Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa program pelatihan literasi data guru memperoleh skor tertinggi (V = 0,860) dan tetap menempati peringkat pertama pada seluruh iterasi, sedangkan urutan peringkat kedua dan ketiga sensitif terhadap perubahan bobot kriteria. Temuan ini menegaskan bahwa simulasi tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga memetakan tingkat keyakinan atas rekomendasi tersebut sehingga musyawarah pimpinan dapat difokuskan pada alternatif yang benar-benar bersaing. Artikel ini merekomendasikan integrasi model simulasi sederhana ke dalam siklus perencanaan madrasah, disertai penguatan literasi data dan prinsip etika Islami seperti amanah dan syura.
Copyrights © 2026