Tempoyak memiliki nilai budaya sebagai makanan tradisional yang diproduksi melalui proses fermentasi. Pemasaran produk ini masih terbatas karena umur simpan yang singkat, produksi dalam skala kecil, dan bergantung pada penjualan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari metode penjualan langsung (offline) dan tidak langsung (online) terhadap jumlah total penjualan stik tempoyak dengan mengontrol variabel waktu penjualan menggunakan analisis kovarian (ANKOVA). Data diperoleh selama empat minggu melalui simulasi penjualan dan dianalisis dengan memperhatikan asumsi statistik seperti homogenitas varians, normalitas residual, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penjualan memiliki pengaruh signifikan terhadap total penjualan ditandai dengan di mana penjualan secara online menghasilkan rata-rata yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan offline. Di sisi lain, waktu penjualan per minggu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap total penjualan ditandai dengan ). Temuan ini menekankan pentingnya penerapan transformasi digital dalam pemasaran produk pangan tradisional untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil menengah (UKM)
Copyrights © 2025