Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini di masyarakat karena sering muncul tanpa gejala. Sebagian masyarakat Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyakit degeneratif salah satunya DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai diabetes melitus serta menggambarkan profil glukosa darah sewaktu (GDS) masyarakat berdasarkan hasil skrining berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tajuk, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dengan jumlah total 45 reponden. Kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan pamflet dan pemeriksaan GDS menggunakan metode point-of-care testing (POCT) dengan spesimen darah kapiler. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kategori GDS dan kelompok usia. Hasil menunjukkan bahwa 43 peserta (95,6%) memiliki kadar GDS 70–199 mg/dL, sedangkan 2 peserta (4,4%) memiliki kadar GDS ≥200 mg/dL. Tidak ditemukan peserta dengan kadar GDS <70 mg/dL. Kegiatan ini memberikan gambaran awal kadar GDS masyarakat dan menjadi sarana edukasi kesehatan. Hasil skrining yang tinggi perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sesuai pedoman klinis untuk memastikan status glikemik peserta.
Copyrights © 2026