Penelitian ini membandingkan model ARIMA dan ARIMA-GARCH dalam meramalkan harga emas berjangka pada periode volatilitas tinggi, menggunakan data harian dari investing.com (8 Mei 2023 – 12 Mei 2026). Dengan metodologi Box-Jenkins, data dinyatakan stasioner setelah diferensiasi orde satu, dan ARIMA(2,1,0) with drift terpilih sebagai model terbaik . Meski lolos uji white noise, residual model ini menunjukkan efek ARCH signifikan , sehingga dikembangkan model ARIMA(2,1,0)-GARCH(1,1) yang berhasil mengatasi heteroskedastisitas tersebut (ARCH-LM, p = 0,4739). Model ARIMA menghasilkan MAPE sedikit lebih tinggi dibanding ARIMA-GARCH , keduanya berkategori akurasi sangat baik. Nilai persistensi volatilitaspada model ARIMA-GARCH mengonfirmasi karakteristik volatility clustering pada data. Berdasarkan hasil evaluasi in-sample, validitas residual, dan kemampuan estimasi volatilitas, model ARIMA(2,1,0)-GARCH(1,1) memberikan MAPE in-sample yang sedikit lebih rendah dan diagnostik volatilitas yang lebih memadai dibandingkan model ARIMA tunggal pada periode ketidakpastian pasar tinggi yang diteliti.
Copyrights © 2026