Penelitian ini disusun untuk menilai kemampuan krim ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus) dalam menekan pertumbuhan Cutibacterium acnes. Serbuk simplisia dimaserasi memakai etanol 96% selama 5 × 24 jam, lalu maserat dipekatkan dengan rotary evaporator sampai terbentuk ekstrak kental. Kandungan metabolit sekunder ditelusuri lewat skrining fitokimia, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula krim berbasis PEG, yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (20%). Mutu fisik ditinjau melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta daya lekat, sedangkan daya hambatnya diukur memakai metode difusi sumuran. Skrining memberi hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan saponin dengan rendemen ekstrak 21,74%. Seluruh formula tampak homogen, beraroma khas oleum citri, berwarna putih hingga kuning kecoklatan, ber-pH 5,94–6,45, berdaya sebar 5,9–6,9 cm, serta melekat selama 6–13 detik sehingga persyaratan sediaan topikal terpenuhi. Rata-rata diameter zona hambat mencapai 8,03 mm pada F1, 9,83 mm pada F2, dan 11,09 mm pada F3, sementara klindamisin sebagai kontrol positif menghasilkan 13,80 mm. Kenaikan kadar ekstrak dengan demikian diikuti pelebaran zona hambat yang terbentuk.Kata kunci : kulit buah semangka (Citrullus lanatus), skrining fitokimia, krim, antibakteri, Cutibacterium acnes.
Copyrights © 2026