Jerawat merupakan permasalahan inflamasi pada kulit yang ditandai oleh terjadinya penyumbatan unit pilosebasea, peningkatan sekresi sebum, serta kolonisasi mikroorganisme, terutama Cutibacterium acnes. Pemanfaatan bahan yang berasal dari tumbuhan sebagai alternatif dalam penanganan jerawat semakin banyak dikaji karena kandungan alaminya berpotensi memberikan berbagai aktivitas farmakologis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi tersebut adalah Peperomia pellucida L. Daunnya diketahui mengandung sejumlah metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid, yang dilaporkan mempunyai aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan ekstrak etanol Peperomia pellucida L. menjadi sediaan salep topikal serta mengetahui karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dibuat menjadi tiga formula salep dengan perbedaan perbandingan PEG 400 dan PEG 4000. Parameter evaluasi fisik yang diamati meliputi karakteristik organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Data hasil pengujian selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan formula salep dengan karakteristik fisik yang baik serta menjadi dasar pengembangan sediaan antijerawat berbasis bahan alami.
Copyrights © 2026