Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan salah satu penyebab utama infeksi dengan tingkat resistensi tinggi terhadap berbagai antibiotik. Penggunaan antibiotik lini pertama seperti vancomycin berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alami. Kayu manis diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang berasal dari kandungan cinnamaldehyde. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri serta membandingkan efektivitas ekstrak Cinnamomum verum dan Cinnamomum cassia terhadap MRSA.Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan dibuat dalam konsentrasi 75%, 85%, dan 95% menggunakan DMSO 10%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion, kemudian dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Zona hambat terbesar diperoleh pada konsentrasi 95%, yaitu sebesar 14,23 mm pada ekstrak C. verum dan 14,09 mm pada ekstrak C. cassia. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) baik berdasarkan jenis ekstrak, konsentrasi, maupun interaksi keduanya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol C. verum dan C. cassia memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan efektivitas yang relatif setara.
Copyrights © 2026