Ketidakpatuhan terhadap regimen terapeutik yang diresepkan merupakan hambatan penting dalam pencapaian luaran klinis pada penyakit kronis, sementara belum tersedia metode baku emas untuk mengukurnya. Tujuan penelitian ini untuk meninjau dan mensintesis bukti terkini (2020–2026) mengenai instrumen dan metode pengukuran kepatuhan terhadap regimen terapeutik serta menilai kinerja psikometri dan klinisnya. Metode penelitian ini adalah penelusuran sistematis dilakukan pada PubMed, Scopus, CINAHL, dan Cochrane Library. Dari 545 rekaman, 358 artikel unik tersisa setelah deduplikasi dan 12 artikel diinklusi setelah skrining judul/abstrak serta asesmen full-text. Kualitas metodologis dinilai menggunakan JBI Systematic Review Checklist, JBI Analytical Cross-Sectional Studies Checklist, dan SANRA. Hasil: MMAS-8, MPR, PDC, dan MEMS merupakan instrumen yang paling sering digunakan, tetapi tidak ada yang memenuhi seluruh kriteria baku rujukan ideal. Teknologi digital menunjukkan akurasi yang menjanjikan namun bervariasi (68–100%). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi metode subjektif dan objektif, disesuaikan dengan konteks klinis, literasi pasien, dan sumber daya, lebih disarankan daripada bergantung pada satu instrumen.
Copyrights © 2026