Penggunaan antibiotik yang tidak rasional mempercepat resistensi antimikroba. Mahasiswa nonkesehatan memiliki akses luas terhadap informasi digital, tetapi masih menghadapi kesenjangan pengetahuan mengenai indikasi, aturan penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan antibiotik. Penelitian ini menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotik setelah edukasi melalui video WhatsApp pada mahasiswa nonkesehatan Universitas Jember. Penelitian kuantitatif pra-eksperimental menggunakan desain one-group pretest-posttest pada 203 mahasiswa dari sepuluh fakultas nonkesehatan. Intervensi berupa empat video sekitar 90 detik yang dikirim setiap minggu selama empat minggu. Pengetahuan diukur dengan 20 butir skala Guttman, sedangkan sikap dan tindakan masing-masing dengan 10 butir skala Likert. Perbedaan skor dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dan ukuran efek r. Rerata pengetahuan meningkat dari 5,09 menjadi 9,74 dan berbeda signifikan dengan efek besar (Z = -11,453; p < 0,001; r = 0,804). Sikap berubah dari 29,10 menjadi 28,23 (p = 0,105; r = 0,114), sedangkan tindakan berubah dari 28,19 menjadi 27,67 (p = 0,155; r = 0,100). Video WhatsApp efektif memperkuat pengetahuan, tetapi belum menunjukkan perubahan sikap dan tindakan yang konsisten.
Copyrights © 2026