Swamedikasi merupakan tindakan pengobatan mandiri yang marak dilakukan mahasiswa, namun berisiko menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak didasari oleh pemahaman yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan digital (eHealth literacy) dengan perilaku swamedikasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Sumedang. Penelitian kuantitatif korelasional ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel sebanyak 254 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indonesian eHealth Literacy Scale (I-eHEALS) dan kuesioner perilaku swamedikasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki literasi kesehatan digital tinggi (95,3%) dan perilaku swamedikasi kategori tinggi (69,7%). Uji korelasi menghasilkan nilai rₛ = 0,01673 dan p-value = 0,791, yang menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan perilaku swamedikasi. Tingginya literasi digital tidak secara otomatis menentukan rasionalitas tindakan swamedikasi (knowledge-action gap), keputusan pengobatan dipengaruhi oleh pengalaman, kepraktisan, dan pengaruh lingkungan sosial. Diperlukan penguatan literasi kesehatan kritis dan edukasi penggunaan obat rasional di lingkungan kampus.
Copyrights © 2026