Latar Belakang: Pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis sering mengeluhkan kelelahan , hal ini dapat diminimalkan dengan olahraga intradialitik. Olahraga intradialitik dapat mengurangi kelelahan , namun di rumah sakit olahraga intradialitik tidak diterapkan langsung pada pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan intradialitik animasi video terhadap tingkat kelelahan pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest dan posttest serta kelompok kontrol. Jumlah responden masing-masing adalah 18 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kelelahan Pasca-Dialisis. Analisis data menggunakan uji T dependen dan uji T independen. Hasil dan Diskusi: Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 50-60 tahun dan didominasi oleh laki-laki, sekitar 66,7%. Kategori pendidikan pada kelompok kontrol didominasi SD sekitar 33,3% dan kelompok intervensi 38,9%, sedangkan rata-rata untuk kedua kelompok memiliki HD > 12 bulan. Sebagian besar responden mencapai berat kering dengan sistolik 131-160 dan diastolik 81-90 mmHg. Hasil analisis bivariat memperoleh nilai p 0,004 (<0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kelelahan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dan masyarakat lebih banyak menerapkan latihan intradialitik untuk mengurangi tingkat kelelahan. Kesimpulan: Pengaruh video animasi latihan intradialitik terhadap tingkat kelelahan pasien penyakit ginjal kronis di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang.
Copyrights © 2026