Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya Intrauterine Growth Restriction (IUGR) dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yang menjadi pemicu tingginya prevalensi Stunting. Data di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten menunjukkan terdapat 160 ibu hamil dan 52 kasus Stunting, yang memerlukan intervensi gizi. Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dijalankan, rendahnya kepatuhan akibat efek samping klinis masih menjadi hambatan utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui diversifikasi pangan berupa pemanfaatan umbi bit (Beta vulgaris) sebagai sumber zat besi alami dalam bentuk sediaan gummy candies. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi edukasi dengan media brosur dan pelatihan teknis produksi yang melibatkan kader kesehatan, ibu hamil, serta ibu balita di Desa Jarum. Tahapan kegiatan terdiri dari pre-test, penyampaian materi, demonstrasi pembuatan produk, dan post-test. Data pretest dan postest dilakukan uji wilcoxon signed rank test untuk melihat pengaruh pemberian pelatihan pada peserta. Sediaan gummy candies dipilih karena memiliki akseptabilitas yang lebih tinggi dibandingkan suplemen konvensional, terutama bagi yang memiliki sensitivitas terhadap rasa. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu memproduksi suplemen secara mandiri sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan. Pelatihan ini diharapkan berkontribusi langsung pada penurunan angka kejadian anemia dan percepatan penurunan prevalensi Stunting secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026