Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi isu kesehatan yang kompleks, khususnya di kalangan remaja yang sering kali belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai. Edukasi berbasis sekolah menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terhadap IMS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai IMS melalui edukasi langsung, serta menilai efektivitas kegiatan penyuluhan melalui pretest dan posttest, diikuti dengan pemeriksaan kesehatan dasar dan pengobatan gratis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SMA Sekolah Lentera Harapan, Tangerang, dan melibatkan 42 siswa. Edukasi IMS mencakup materi tentang definisi, penularan, jenis, gejala, dan pencegahan IMS. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan 10 soal pilihan benar/salah. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-test. Selain edukasi, dilakukan pemeriksaan hemoglobin dan pengobatan gratis. Rata-rata nilai pretest sebesar 82,14% meningkat menjadi 91,67% pada posttest. Uji Paired T-test menunjukkan hasil yang signifikan (T = -5,70; p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Soal nomor 4 (gejala HIV) menunjukkan peningkatan tertinggi dari 35,71% menjadi 83,3%, sedangkan soal nomor 9 mengalami penurunan dari 92,86% menjadi 71,4%, menunjukkan perlunya klarifikasi lanjutan terkait status kesembuhan HIV. Pemeriksaan hemoglobin menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kadar hemoglobin dalam rentang normal. Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi dokter dan pengisian evaluasi, yang menunjukkan tingkat kepuasan peserta >95%. Edukasi IMS yang dilakukan secara langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA tentang infeksi menular seksual. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa intervensi yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan dan sesi tanya jawab memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan kepedulian remaja terhadap kesehatan reproduksi mereka.
Copyrights © 2026